Kementerian Perhubungan terus berupaya memperbaiki rel di Jalur KA Petak Bangil-Pasuruan KM 58+1/9 yang menggantung akibat diterjang banjir pada Rabu 29/6/2016.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamuraharjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/7/2016), mengatakan akibat banjir tersebut, ballast (batu kerikil yang menjadi landasan rel) ikut terbawa air yang mengakibatkan rel menggantung dan kereta tidak bisa melewati jalur tersebut.
"Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Timur, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kemenhub telah berupaya melakukan penanganan sedini mungkin atas musibah tersebut," katanya.
Pada mulanya, dia menuturkan, bahkan tenaga manusia digunakan secara langsung untuk mengangkut ballast ke lokasi kejadian, menyusul kemudian sebanyak 10 gerbong ballast didatangkan menggunakan kereta api gerbong terbuka.
Hemi menyebutkan jumlah tersebut ternyata belum mencukupi hingga kemudian didatangkan kembali ballast sebanyak 5000 meter kubik dari Stasiun Bangil dan Stasiun Sidoarjo.
"Pada lokasi di mana terdapat rel menggantung juga telah diperkuat dengan perancah (penanganan darurat) dan sudah dilakukan proses angkat listring dengan dibantu alat berat," katanya.
Hemi berharap pekerjaan perbaikan selesai pada Jumat (1/7) malam dan segera dapat dilakukan uji coba.
"Jika tidak ada aral yang melintang, diprediksikan Sabtu (2/7) jalur tersebut kembali berfungsi normal dan dapat digunakan untuk lalu lintas kereta dalam rangka angkutan Lebaran," katanya.
Dia mengatakan akibat dipasangnya semboyan 3 ( jalur tidak dapat dilewati ), hingga hari ini (jumat 1/7) terdapat 14 Nomor KA yang dibatalkan atau diputus relasinya.
Hemi menambahkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator telah melakukan berbagai alternatif pengganti pelayanan yang kepada konsumen yang rencana perjalanan nya terganggu karena musibah ini.
"Perbaikan rel yang diterjang banjir ini merupakan upaya pemerintah untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada khususnya pada arus mudik dan balik Lebaran ini," katanya.
Hal tersebut sesuai fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Perubahan Iklim Gerus Ruang Hidup Ternak, Bisakah Pola Makan Vegan Jadi Jawaban?
-
Teror di London! 4 Ambulans Yahudi Dibakar di Depan Sinagoga, Diduga Aksi Anti Semit
-
Hindari Macet JogjaSolo, Ratusan Pemudik Pilih Jalur Sawah di Purwomartani Menuju Tol
-
DPR Soroti Rencana WFH ASN: Desain Kebijakan Harus Matang, Jangan Ganggu Layanan Publik
-
Kata-kata Terakhir Menara Pengawas Sebelum Pesawat Air Canada Tabrak Truk: 2 Pilot Tewas
-
Status Tahanan Rumah Gus Yaqut Terungkap dari Istri Noel, Transparansi KPK Disorot
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Ahmad Sahroni Ingatkan KPK: Jangan Sampai Kabur dan Cederai Institusi
-
Kebakaran Rumah Kontrakan di Sunter Agung Jakarta Utara, Satu Keluarga Diselamatkan
-
Kronologis Pesawat Air Canada Tabrak Kendaraan saat Mendarat di Bandara LaGuardia
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang