Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali blusukan ke sejumlah kampung dan kelurahan yang terletak di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, untuk membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu pada Selasa (5/7/2016).
Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo membagikan seribu paket sembako di tempat tersebut di tengah panas terik matahari di Kelurahan Pasir Ulak Karang, Padang Utara.
Masyarakat yang menunggu kedatangan Presiden di Musala Kalawi antusias menyambut kedatangan Kepala Negara.
Warga yang terdiri dari ibu-ibu memanggil-manggil nama Jokowi. Anak-anak juga berlarian menghampiri rombongan Presiden.
Ibu Negara juga membagikan sedekah Ramadan kepada ibu-ibu serta anak-anak.
Presiden yang mengenakan kemeja putih lengan panjang sebelumnya juga telah membagikan seribu paket sembako di pelataran Musala Al Mutaqim, Kampung Purus Atas, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Pada lokasi ketiga yang terletak di Nagari Kataping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Presiden dan Ibu Negara membagikan sembako berisi beras, minyak goreng, gula dan teh kepada seribu warga.
Selain itu, Presiden dan Ibu Negara juga membagikan buku tulis kepada anak-anak yang datang di tempat itu.
Masih di Padang Pariaman, saat di SDN 10 Nagari Kasang, Jokowi menyapa warga dan membagikan sembako kepada warga yang telah menanti kedatangan Kepala Negara sejak pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, beberapa warga Nagari Kasang mengaku terkesan dengan kehadiran Presiden yang mengunjungi kampung halamannya.
"Saya terkesan, senang karena baru kali ini ada presiden yang mau turun langsung ketemu masyarakat," ujar warga Nagari Kasang bernama Melmidawati (41).
Anak-anak yang hadir berkesempatan bersalaman dengan Presiden. Jokowi juga menyempatkan diri memeriksa keadaan salah satu ruang kelas di SDN 10 tersebut.
Presiden melakukan kunjungan kerja di Padang untuk silaturahim bersama masyarakat pada 4-6 Juli 2016.
Pada Selasa petang, Presiden dijadwalkan mengikuti giat takbir akbar di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat bersama masyarakat.
Kendati terjadi tragedi bom bunuh diri di Solo, Jawa tengah, Presiden tetap melaksanakan agenda membagikan sembako kepada warga secara langsung.
Berita Terkait
-
Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
-
Siasat Jokowi Mati-matian untuk PSI, Ambisi Tiga Periode atau Sekoci Politik Keluarga?
-
Jokowi 'Mati-matian' Bela PSI: Bukan Sekadar Dukungan, Tapi Skema Dinasti Politik 2029
-
Jokowi Turun Gunung, Bakal Pidato Perdana Sebagai Ketua Dewan Penasehat di Rakernas PSI
-
Tim Peneliti Ijazah Jokowi Buka Suara, Sebut Dokumen KPU Harusnya Sah Diuji Publik
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Fakta Baru! Siswa SMP Pelaku Molotov di Kalbar Satu Komunitas dengan Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta
-
Berkaca dari Ledakan SMAN 72 dan Molotov Kalbar, Pengamat: Monster Sesungguhnya Bukan Siswa
-
Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?
-
Kemenag Pastikan Tunjangan Guru Lulusan PPG 2025 Cair Maret 2026 Jelang Lebaran
-
Bukan Sekadar Rusak! Misteri Galian Kabel Jadi Biang Kerok Jalan Margasatwa Raya Bolong Terus
-
Feri Amsari Curiga Banyak Kasus Korupsi Dimunculkan oleh Kekuasaan
-
Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya
-
Pakar Beberkan Alasan KPK Kehilangan Masa Keemasannya
-
Alarm Nasional! Siswa SMP Bom Molotov Sekolah, Komisi X Panggil Mendikdasmen Bahas Radikalisme