Polisi melakukan penertiban terhadap pemotor di kawasan Bundaran HI, (6/7). (Suara.com/Bagus Santosa)
Sejumlah kendaraan beroda dua terkena penertiban oleh kepolisian di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (6/7/2016) dini hari.
Beberapa pengendara ditertibkan karena tidak menggunakan helm. Sementara itu, ada pula sejumlah pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tidak membawa surat tanda nomor kendaraan (STNK).
"Malam ini kami lakukan penertiban kepada kendaraan yang melanggar aturan," kata Wadirlantas Polda Metro Jaya AKBP Latif Usman di lokasi.
Dia menambahkan, penertiban ini tidak ada kaitannya dengan pengamanan Malam Takbir 1437 Hijriyah. Menurut Latif, penertiban ini dilakukan untuk keselamatan pengendara.
Dalam penertiban ini, seorang Pengendara melayangkan protes. Pengendara motor Honda Beat berplat nomor L 5954 K, sambil berteriak, tidak terima ditertibkan. Padahal, aparat kepolisian hanya meminta yang bersangkutan menunjukan SIM dan STNK motor yang ia kendarai.
"Sabar dulu lah. Saya mau ambil dulu ini," kata lelaki tersebut dengan suara keras sambil sibuk menekan telepon genggamnya.
Dia tidak mampu menunjukan SIM-nya dan akhirnya polisi pun memberikan surat tilang. Namun lelaki tersebut malah marah-marah.
Setelah Polisi memberikan penjelasan, akhirnya lelaki tadi menerimanya dan mau mengakui kesalahannya serta dihukum tilang.
Pantauan di lokasi, sejumlah motor diangkut ke atas mobil bak terbuka milik polisi. Di antaranya motor yang tampak adalah motor Honda yang dimodifikasi tanpa plat nomor. Motor tersebut ditilang karena tidak jelas surat-suratnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026
-
Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Kemeriahan Gema Malam Takbir di Bundaran HI Jakarta
-
Malam Takbir di Bundaran HI, Pramono: Pemprov Jakarta Ingin Hadirkan Ruang Aman dan Nyaman
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action