News / Nasional
Kamis, 07 Juli 2016 | 17:59 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (Suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Wacana reshuffle kembali menguat pascalebaran ini. Dan, terkait wacana tersebut, Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengingatkan Presiden Joko Widodo agar reshuffle yang dilakukannya kali ini bertujuan untuk merealisasikan janjinya saat kampanye.

"Kalau Presiden melakukan reshuffle, mudah-mudahan sekali ini reshuffle dalam rangka melaksanakan janji beliau waktu kampanye, yakni kabinet profesional, bukan transaksional. Itu janji saat kampanye, dan saya kira beliau tidak akan mengingkari janjinya" kata dia di sela-sela acara open house Lebaran, di kediamannya, Kamis (7/7/2016).

Hidayat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR ini menilai, kabinet pemerintah yang profesional adalah kabinet yang akan membentuk pemerintahan kuat dan mampu menyelesaikan banyak masalah yang dihadapi. Namun tampaknya kabinet yang diharapkannya itu belum terealisasi sepenuhnya.  

Ini terlihat misalnya pada masalah harga daging yang harganya melonjak menjelang Lebaran. Presiden Jokowi, kata Hidayat, menargetkan harga Rp80.000, tapi di pasaran pada saat Lebaran malah melonjak menjadi Rp120.000-Rp150.000.

‎"Kalau begini kan kasihan beliau (Presiden, red). Mendag tidak mampu laksanakan perintah Presiden," tutupnya.

Load More