Rumah Sakit Hosana Medica membeberkan alasan terkait pembelian vaksin palsu kepada CV Azka Medical yang merupakan distributor vaksin palsu.
RS Hosana Medica merupakan salah satu dari 14 daftar Rumah Sakit yang menerima vaksin palsu berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan.
Direktur RS Hosana Medica, Erik Maruapey beralasan pembelian vaksin palsu kepada CV Azka Medical dikarenakan kelangkaan vaksin di rumah sakit tersebut selama September 2015 hingga April 2016.
"Pihak Rumah Sakit Hosana Medica Bekasi melakukan pemesanan vaksin kepada CV Azka Medika dikarenakan adanya kelangkaan dan kekosongan vaksin, selama rentan waktu 22 September 2015 sampai 13 April 2016,"ujar Erik dalam jumpa pers di RS Hosana Medica, Jalan Pramuka, Kelurahan Sepanjangjaya, Kecamatan Rawalumbu, Bekasi, Senin (18/7/2016).
Adapun jenis vaksin palsu yang telah digunakan dalam di RS Hosana Medica selama 22 September 2015 hingga 13 april 2016 yakni jenis ATS (Anti Tetanus Serum) dan tuberculin. Pasalnya pihaknya telah melakukan penelusuran dan mendata terhadap semua jenis vaksin yang dinyatakan palsu berdasarkan Bukti fisik dan pemesanan dari programa sistem Informasi manajemen (SIM) meliputi bukti pemesanan, pembeliam dan pembayaran.
"Bukti layanan ditelusuri dari Rekam Medis, RS Hosana Medica Bekasi menggunakan 2 jenis vaksin, yaitu ATS dan tuberculin,"ucapnya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada RS Hosana Medica Bekasi kepada pasien, keluarga pasien dan pihak- pihak yang menjadi korban peredaran vaksin palsu. Oleh karena itu, pihaknya bertanggungjawab kepada korban vaksin palsu dengan memberikan vaksinasi ulang secara gratis.
"Pihak Rumah Sakit bersedia memberikan vaksinasi ulang tanpa biaya, atau arahan yang lain dari satgas penanggulangan vaksin palsu," kata Erik.
Tak hanya itu, pihaknya mengaku prihatin dengan adanya vaksin palsu di RS Hosana Medica yang dilakukan oleh oknum-yang oknum tidak bertanggung jawab.
Erik juga menuturkan, pihaknya juga kecewa dengan kelalaian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami kecewa dengan kelalaian BPOM dalam tanggung jawabnya terhadap keamanan, khasiat, dan Mutu vaksin yang beredar di negeri Kita Indonesia, serta tidak berjalannya pengawasan secara berkesinambungan terhadap vaksin yang beredar," jelas Erik.
Dirinya menambahkan, pihak RS telah memenuhi pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan, pemanggilan Kementerian Kesehatan serta Bareskrim Mabes Polri.
"Kami akan selalu memenuhi pemanggilan, pemeriksaan ataupun penyelidikan oleh pihak Bareskrim Polri," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
-
Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson
-
Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
KPK Pertanyakan Selisih Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, ke Mana Sisanya?
-
5 Cara Memakai Sunscreen Spray yang Benar, Bukan Asal Semprot
-
Polisi Selidiki Temuan Senjata Api dan Airsoft Gun di Yayasan Sekolah Swasta Jaksel