Menteri Politik, Hukam dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mewacanakan akan memisahkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk teroris dengan narapidana lainnya. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon menyetujuinya.
Namun demikian, Fadli kembali mempertanyakan terkait infrastruknya. Sebab, jika ada pemisahan tahanan berdasarkan kategori kejahatan maka dibutuhkan banyak ruangan Lapas.
"Saya kira gagasan itu bagus, untuk mempermudah pengawasan. Tetapi masalahnya, apakah kita mempunyai infrastrukturnya. Lapas-lapasnya ada nggak? Kalau dipisah gitu kan akan lebih banyak," kata Fadli, di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Menurut Fadli, jika wacana tersebut memungkinkan untuk direalisaaikan, dan didukung dengan infrastruktur yag memadai maka sebaiknya segera dilakukan. Katanya, hal ini akan semakin mempermudah pengawasan.
Fadli berpendapat, memang sudah seharusnya pengawasan terhadap narapidana kejahatan terorisme dibedakan dengan narapidana kejahatan lainnya.
"Kalau itu memungkinkan, saya rasa akan lebih bagus dipisahkan. Sehingga pengawasannya tentu lain, tingkat scuriti level untuk mengawasi terorisme tentu akan berbeda dengan narkoba. Akan berbeda dengan pidana pencurian atau pidana biasa," tutur Fadli.
Namun demikian, Fadli lagi-lagi mendasarkan pandangan tersebut pada infrastruktur yang tersedia.
"Jadi menurut saya sangat tergantung pada infrastrukturnya, karena menyangkut pada securiti level. High securiti level atau low securiti, level ini menurut saya tergantung pada infrastruktur," kata Fadli.
Ia menambahkan, menurut informasi, hampir semua lapas yang tersedia sudah mengalami over capacity. Katanya, hal inilah yang harus menjadi fokus terlebih dahulu. Jika over capacity lapas ini bisa teratasi, atau dibangun lapas baru, maka wacana Menkopolhukam tersebut bisa segera direalisasikan.
"Setahu saya, dari keberadaan lapas-lapas yang ada. Hampir sebagian lapas itu sudah over, over loadid. Sudah melebihi dari kapasitas," kata Fadli.
"Ini yang perlu difikirkan. Nah, gagasan tersebut jangan hanya sekedar gagasan saja, tapi liat infrastrukturnya. Dikaji lebih baik. Tapi gagasan itu gagasan bagus," Fadli melanjutkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan