Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Assegaf mengatakan sudah mendapatkan penjelasan terkait kasus yang menjerat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Ramadhan dijemput paksa petugas Ditreskrimum Polda Sumatera Utara dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016), dan ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara kasus dugaan penipuan uang sebesar Rp24 miliar, yang dipinjamnya dari para simpatisan, saat mencalonkan diri jadi wali kota Medan, tahun 2015.
Nurhayati mengatakan Ramadhan membantah terlibat kasus penipuan.
"Ramadhan Pohan katakan itu berkaitan ketika nyalon jadi wali kota. Tapi beliau sama sekali tak tersangkut masalah tersebut. Itu klarifikasi yang kami dapatkan dari Ramadhan Pohan," kata Nurhayati di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Nurhayati menambahkan Ramadhan juga membantah menerima uang sebesar Rp4,5 miliar dari hasil penipuan, seperti yang dituduhkan oleh LHH Sianipar pada Maret 2016. Ramadhan juga membantah menerima uang hasil penipuan sebesar Rp10,8 miliar yang diadukan seorang perempuan bernama LH br Simanjuntak. Perempuan ini merupakan ibu dari LHH Sianipar.
"Nggak terima yang dituduhkan. Tidak ada utang piutang, tim sukses menerima. Ramadhan tak tahu. Itu klarifikasi Ramadhan sendiri," kata Nurhayati.
Nurhayati lebih percaya dengan penjelasan Ramadhan. Dia menilai tuduhan tersebut fitnah dan bisa berdampak pada nama baik keluarga Ramadhan dan Demokrat.
"Karena dalam hidup kita, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, karena fitnah ini luar biasa, keluarga, teman-teman apalagi menyangkut partai. Saya senang karena media klarifikasi. Jadi ini tidak benar apa yang terjadi," kata Nurhayati.
Lebih jauh, Nurhayati menegaskan kepada kader yang terbukti terlibat kasus hukum, tidak akan dibela partai.
"Selama ini demokrat jelas kita konsolidasi dan kita tidak konpromi dengan koruptor. Artinya kita enggak mau juga kalau kita didzalimi. Kita doa semoga diberi hidayah orang-orang yang dzalimi Demokrat dan Demokrat dilindungi," tutur Nurhayati.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
-
Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun
-
Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons
-
Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...
-
Curhat Korban Hanania Travel di DPR: Banyak Orang Tua Jatuh Sakit karena Gagal Berangkat Umrah
-
Heboh Kereta Kuda Turis Central Park New York Mengamuk, Turis India Tewas Mengenaskan
-
Dua Kubu Massa Berhadapan di Patung Kuda, Saling Adu Argumen soal Program MBG
-
Korban Travel Haji Hanania Group Diperkirakan Tembus 3.000 Orang, Kerugian Capai Rp 95 Miliar
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M