Suara.com - Parlemen Prancis pada Rabu (21/7/2016) menyetujui untuk memperpanjang status darurat selama enam bulan ke depan, menyusul teror truk yang menabrak kerumunan perayaan 'Bastille Day' di Nice, yang menewaskan 84 orang baru-baru ini.
Perpanjangan wewenang bagi pihak kepolisian untuk melakukan pencarian dan penahanan terhadap 'teroris' telah disetujui parlemen, dengan 489 anggota memberikan suara mendukung dan 26 menolak perpanjangan.
Tragedi Nice itu merupakan serangan maut ketiga yang terjadi hanya dalam kurun waktu 18 bulan dan diklaim kelompok militan ISIS.
Pemerintahan sosialis Presiden Francois Hollande menyatakan bahwa pemerintahnya akan meningkatkan serangan terhadap benteng-benteng ISIS yang berada di Irak dan Suriah.
Para lawan politik menuduh pemerintahan Hollande tidak berbuat banyak dalam mencegah munculnya serangan Nice, yang juga melukai ratusan orang.
Pada satu tahun menjelang pemilihan, Hollande terus menerus berada di bawah tekanan karena para penentangnya menuduh pemerintah gagal menangani tragedi Nice.
Dalam insiden Nice itu, pelaku yang belakangan diketahui asal Tunisia bisa lolos mengemudikan truk seberat 19 ton di sepanjang kawasan pejalan kaki tepi pantai yang dipadati pengunjung. Pelaku bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel, menabrakkan truk yang dikemudikannya ke arah kerumunan orang yang sedang menyaksikan perayaan Hari Bastille sebelum kemudian ia ditembak mati oleh polisi. (Reuters)
Berita Terkait
-
Tak Jauh dari Indonesia, Negara Ini Mulai Irit BBM Hingga Nyatakan Darurat Energi
-
Aceh Dikepung Banjir, Status Darurat Ditetapkan hingga 11 Desember
-
Lumajang Tetapkan Status Darurat Bencana Usai Erupsi Gunung Semeru
-
Dua Kabupaten Tetapkan Status Darurat Asap, 1.038 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar
-
Penampakan Langit Chili yang Berwarna Kuning Akibat Kebakaran Hutan
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!