Presiden Joko Widodo mengaku telah meminta para relawan yang mendukungnya di Pilpres 2014 lalu untuk tetap mengontrol jalannya roda pemerintahan agar semua jajaran pembatunya bisa bekerja lebih serius karena terus dipantau rakyat.
"Supaya kita semua ini ikut mengawasi jalannya pembangunan, pemerintah sehingga semuanya instansi semua kementerian juga dipemda merasa kerja itu diawasi. Bekerja itu ada yang ngontrol, siapa itu? Ya rakyat. Jangan ngerasa kalau bekerja itu tidak ada yang awasi, ada," kata Jokowi usai menghadiri acara Silahturahmi Nasional di Wisma Serbaguna, Jalan Manilla Pintu 1 Gelora Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (24/7/2016) malam.
Jokowi pun mengaku telah mendapatkan masukan dari para relawan apa yang harus dibenahi oleh pemerintah saat ini. Jokowi bahkan mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai kinerja pejabat negara yang tidak becus. Menurutnya, masukan dari masyarakat sangat penting agar pemerintah bisa memecahkan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat
"Banyak bisikan ke saya, 'pak ini ada yang nggak bener. Ini lho harus dibenerin'. Rakyat pun menyampaikan pada kita 'pak ini ada yang nggak bener, perlu nih' ya masalah negara, kita negeri ini banyak sekali. Dan itu yang menjadi tugas kita untuk menyelesaikan semua masalah itu," katanya.
Jokowi juga mengatakan adanya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahannya karena seluruh jajaran pembantunya terus meningkatkan kinerjanya.
"Tugas kita bekerja, tugas kita itu bekerja. Kita itu siapa? Ya saya, pak wapres, menteri dan di bawahnya. Tugas kita bekerja. Tentang penilaian ya diserahkan ke masyarakat ada yang bisa ada yang sudah baik. Ada yang sudah cukup tapi masih ada yang kurang ya ini tugas kita untuk memperbaiki hal yang kurang hal yang belum baik," kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi mengaku telah membuat laporan rutin untuk menilai kinerja menteri di Kabinet Kerja. Namun demikian, dirinya tidak mau membeberkan soal laporan terhadap para pembantunya tersebut
"Rapor itu selalu kita buat, hariannya ada, mingguannya ada bulannya ada tapi kan nggak bisa saya buka-bukan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali
-
Sangkar Emas dan Romansa Toxic: Membedah Era Revolusioner dalam Drama Blazing Elegance
-
Membaca Yuk Gaul! Jadi Orang Keren Tanpa Kehilangan Arah
-
Waspada 'Silent Killer', Begini Cara OMRON Pastikan Akurasi Cek Tensi Mandiri di Rumah
-
Saat Desain Harus Bisa Dirasakan: Filosofi di Balik Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Watch
-
4 Inspirasi OOTD Cha Woo Min dengan Gaya Casual Streetwear yang Kekinian!
-
Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Dikirim Lewat Udara dan Laut
-
Gubernur Khofifah Dorong Penguatan Kerja Sama Jatim-Singapura di Bidang Investasi dan SDM
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
4 Rekomendasi Cleansing Balm Lokal Terbaik untuk Makeup Waterproof, Mulai Rp50 Ribuan