News / Nasional
Senin, 25 Juli 2016 | 03:41 WIB
Presiden Joko Widodo berpidato di acara Silatnas yang digelar relawan pendukung di Wisma Serbaguna, Jalan Manilla Pintu 1 Gelora Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (24/7/2016) malam. [suara.com/Agung Sandy]

Presiden Joko Widodo mengaku telah meminta para relawan yang mendukungnya di Pilpres 2014 lalu untuk tetap mengontrol jalannya roda pemerintahan agar semua jajaran pembatunya bisa bekerja lebih serius karena terus dipantau rakyat.

"Supaya kita semua ini ikut mengawasi jalannya pembangunan, pemerintah sehingga semuanya instansi semua kementerian juga dipemda merasa kerja itu diawasi. Bekerja itu ada yang ngontrol, siapa itu? Ya rakyat. Jangan ngerasa kalau bekerja itu tidak ada yang awasi, ada," kata Jokowi usai menghadiri acara Silahturahmi Nasional di Wisma Serbaguna, Jalan Manilla Pintu 1 Gelora Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (24/7/2016) malam.

Jokowi pun mengaku telah mendapatkan masukan dari para relawan apa yang harus dibenahi oleh pemerintah saat ini. Jokowi bahkan mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai kinerja pejabat negara yang tidak becus. Menurutnya, masukan dari masyarakat sangat penting agar pemerintah bisa memecahkan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat

"Banyak bisikan ke saya, 'pak ini ada yang nggak bener. Ini lho harus dibenerin'. Rakyat pun menyampaikan pada kita 'pak ini ada yang nggak bener, perlu nih' ya masalah negara, kita negeri ini banyak sekali. Dan itu yang menjadi tugas kita untuk menyelesaikan semua masalah itu," katanya.

Jokowi juga mengatakan adanya kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahannya karena seluruh jajaran pembantunya terus meningkatkan kinerjanya.

"Tugas kita bekerja, tugas kita itu bekerja. Kita itu siapa? Ya saya, pak wapres, menteri dan di bawahnya. Tugas kita bekerja. Tentang penilaian ya diserahkan ke masyarakat ada yang bisa ada yang sudah baik. Ada yang sudah cukup tapi masih ada yang kurang ya ini  tugas kita untuk memperbaiki hal yang kurang hal yang belum baik," kata dia.

Lebih lanjut, Jokowi mengaku telah membuat laporan rutin untuk menilai kinerja menteri di Kabinet Kerja. Namun demikian, dirinya tidak mau membeberkan soal laporan terhadap para pembantunya tersebut

"Rapor itu selalu kita buat, hariannya ada, mingguannya ada bulannya ada tapi kan nggak bisa saya buka-bukan," kata dia. 

Load More