Suara.com - Pemilik 68.097,8 gram sabu yang hari ini dimusnahkan BNN ternyata masih satu jaringan dengan terpidana mati Freddy Budiman.
"Ini yang perlu saya sampaikan, kenapa saya tidak mau telusuri sampai pada almarhum Freddy Budiman, karena ini hubungan mereka langsung. Mereka satu jaringan," kata Kepala BNN Budi Waseso di gedung BNN, Jalan M. T. Haryono 11, Cawang, Jakarta, Kamis (4/8/2016).
Pemilik 68.097,8 gram sabu tersebut saat ini masih menjadi tahanan BNN. Budi Waseso mengatakan dia merupakan seorang residivis.
"Pelaku ini sudah ditangkap empat kali, sudah kita buktikan empat kali juga, tapi dia tidak pernah jera," ujar Budi Waseso.
Pelaku menjalankan bisnis narkoba dengan cara seperti Freddy, terpidana yang sudah dieksekusi mati pekan lalu di Nusakambangan.
Meskipun mendekam di tahanan, kata Budi Waseso, dia masih bisa menggerakkan jaringan di luar penjara.
"Di dalam lapas pun dia tetap mengopersionalkan jaringannya untuk mengirim barang. Hanya modusnya berubah, dia kirim barang legal, tapi di dalam barangnya disusupi narkotika jenis sabu," tutur Budi Waseso.
Budi Waseso menyebut pemilik 68.097,8 gram sabu itu memiliki kemampuan setara dengan Freddy Budiman.
"Jadi dia ini setara dengan freddy. Dia tetap juga menguasai pangsa pasar. Meskipun tidak ada Freddy, dia tetap jalan. Kalau dia bebas lagi, pasti dia melakukan kerjaannya lagi," tutur Budi Waseso.
"Ini barangnya sama dengan Freddy, karena satu jaringan. Bisa kita buktikan secara otentik," Budi Waseso menambahkan.
Budi Waseso juga menyebut dia menjalankan bisnis selayaknya gurita. Melakukan perekrutan di berbagai tempat dengan modus yang berbeda-beda.
"Sistem bekerja mereka sistem sel, dia melakukan kaderisasi, dia terus berkembang. Jadi ketika ketemu di Lapas, dia merekrut lagi, mengembangkan jaringannya. Regenerasi mereka berjalan. Nanti akan ada Freddy berikutnya. Kalau tidak kita cegah," katanya.
Beberapa waktu yang lalu, BNN mengamankan dua tersangka kasus narkoba yaitu EN (31) dan GUN (32). EN dan GUN ditangkap setelah menurunkan pompa hidrolik yang di dalamnya berisi sabu dari mobil pick up di depan rumah kontrakan DED (30) yang berlokasi di Gang Misbar, Jalan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Pada saat itu, DED pun turut diamankan.
Dari para tersangka, petugas menyita sembilan batang pompa hidrolik dan lima bungkus plastik yang di dalamnya terdapat sabu seberat 34.502,6 gram.
Berdasarkan keterangan EN, petugas kemudian mengembangkan kasus dan hasilnya, seorang pengendali jaringan peredaran sabu bernama HAR (50) ditangkap di kawasan Mangga Besar, Jakarta, pada hari yang sama.
Berita Terkait
-
Pengungkapan Pabrik Sabu di Cengkareng, Versi Nyata dari Film Breaking Bad
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu
-
Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Resmi Jadi Tersangka: Positif Sabu!
-
Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Kantongi Rp13 Juta Per Minggu dari Bandar Narkoba
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres