Suara.com - Satu helikopter Pakistan pada Kamis (4/8/2016) mendarat di Provinsi Logar, Afghanistan, tempat anggota Taliban menyandera tujuh anggota awaknya, demikian laporan media setempat.
Samaa News mengatakan helikopter itu sedang dalam penerbangan ke Uzbekistan untuk menjalani pemeriksaan ketika tampaknya mengalami gangguan teknis dan pilotnya harus mendaratkannya di Provinsi Logar, yang berbatasan dengan daerah suku di bagian barat-laut Pakistan, Kurram Agency.
Helikopter yang membawa tujuh orang -- dua pilot Pakistan, empat teknisi dan seorang navigator berkebangsaan Rusia, lepas landas dari bandar udara di Kota Peshawar, bagian barat-laut Pakistan, pada pukul 08.45 waktu setempat.
Tujuh orang yang ada dalam helikopter itu telah disandera oleh Taliban, yang juga membakar helikopter tersebut, demikian laporan Xinhua.
Menurut beberapa laporan media, helikopter itu "terbakar sebelum mendarat dengan keras" sehingga semua tujuh orang di dalamnya cedera.
Helikopter Mi-17 tersebut milik pemerintah di Provinsi Punjab, Pakistan Timur.
Kantor Urusan Luar Negeri Pakistan mengatakan kementerian itu sedang menyelidiki masalah tersebut dan akan menyiarkan perinciannya dalam waktu dekat.
Namun, seorang pejabat mengkonfirmasi satu helikopter Pemerintah Punjab bertolak menuju Uzbekistan, tapi ia tak bisa mengkonfirmasi apakah itu adalah helikopter yang sama dengan yang mendarat dengan keras di Logar.
Pejabat tersebut mengatakan para pejabat Pakistan sedang mengadakan kontak dengan Pemerintah Afghanistan untuk memperoleh perincian mengenai helikopter itu.
Seorang juru bicara militer Afghanistan mengkonfirmasi Taliban telah menyandera anggota awak helikopter Pakistan. (Antara)
Berita Terkait
-
Helikopter yang Ditumpangi Sempat Oleng, Raffi Ahmad Sudah Pasrah: Hidup dan Mati di Tangan Allah
-
Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
-
Detik-Detik Menegangkan Helikopter yang Ditumpangi Raffi Ahmad Oleng di Bali Akibat Cuaca Buruk
-
Tak Ada di LHKPN, Publik Pertanyakan Helikopter Pribadi Prabowo yang Disebut Teddy Dikirim ke Aceh
-
Terima Bantuan Dari 'Langit', Warga Desa Ekan Aceh Berikan Durian ke TNI AU
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
Terkini
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000