Ruhut Sitompul. [suara.com/Adrian Mahakam]
Politikus Demokrat Ruhut Sitompul mempertanyakan kelompok yang mendukung Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar. Haris sendiri diperkarakan oleh TNI, Polri dan BNN terkait tulisannya yang berjudul 'Cerita Busuk dari Seorang Bandit' tentang testimoni terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman.
"Itu kan kata haris, dia dapat dukungan. Siapa yang dukung dia (Haris Azhar)? Rakyat yang mana? Orang dia bikin kacau. Aku nggak percaya sama dia. Dan aku sedih kalau ada rakyat yang percaya sama dia. Aku nggak percaya sama omongan dia. Polisi, tni, bnn, sudah kerja keras. Jangan dianu (dirusak)," kata Ruhut dihubungi, Jakarta, Selasa (9/8/2016).
Menurutnya, tulisan Haris ini tidak rasional. Sebab, baru dikeluarkan dua tahun setelah dipaparkan oleh Freddy. Apalagi, tulisan ini dikeluarkan sesaat sebelum Freddy dihukum mati.
"Lho, ini ada informasi dari orang yang sudah dimatiin, baru kita ngomong 2 tahun kemudian. Rasional saja. Rasional nggak itu? Ada apa? Nah ini, kenapa dua tahun kemudian baru dikasih tau?" kata dia.
Dia pun mendukung Polri untuk mengusut tuntas kasus ini. Menurut Anggota Komisi III ini, apa yang disampaikan Haris harus dipertanggungjawabkan. Apalagi, Haris mengaku apa yang dia sampaikan tidak memiliki bukti otentik.
"Dia membuat kegaduhan mesti diperiksa dong apalagi kalau tidka bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi bilang nggak ada bukti. Kalau nggak ada bukti jangan sembarang ngomong dong,"tegas Ruhut.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli