Suara.com - Usai menjadi Paskibraka untuk prosesi penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, siswi SMA Islam Dian Didaktika, Gloria Natapradja Hamel, tak dapat menyembunyikan kebahagiaan.
Perasaannya campur adik. Betapa tidak, dia sempat tak diizinkan untuk bertugas di Istana karena masalah kewarganegaraan. Tapi kemudian Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengizinkannya. Lalu, dia dan rekan-rekan dari Tim Bima berhasil menjalankan tugas menurunkan bendera dengan lancar.
Gloria berpelukan dengan teman-temannya sambil menangis. Dia mengaku sangat terharu.
"Tadi sih pas nangis pas pagi, soalnya kan kebetulan saya Tim Arjuna pas latihan, jadi lebih kerasa feelnya. Soalnya kan mereka baru selesai (tugas). Kalau sekarang dengan Tim Bima, saya juga nangis, soalnya sahabat saya dari Jawa Barat jadi pembentang. Saya terharu juga akhirnya mimpi dia tercapai," kata Gloria.
Gloria yang mampu berbahasa Indonesia, Prancis, dan Jepang dengan baik itu mengatakan sudah memberitahu ibundanya.
Ibunda Gloria, Ira Natapradja, tidak bisa datang ke Istana karena sakit.
"Dia senang banget," kata Gloria.
Wartawan kemudian bertanya tentang kemampuan berbahasa si blasteran Prancis - Sunda itu. Wartawan menantangnya apakah bisa bicara Prancis.
"Jangan pakai Bahasa Prancis dong, Bahasa Sunda gitu. Abde teh Sunda atuh, abde teh bahagianya. Ngarungpul jeng sararea," kata dia.
Gloria merupakan siswi SMA Islam Dian Didaktika, Cinere, Depok, Jawa Barat. Dia sempat terpukul karena perjuangannya untuk ikut bertugas di Istana Merdeka gugur karena masalah kewarganegaraan.
Gloria lahir dari ibu Ira Natapradja (WNI) dan ayah Didier Hamel (warga berkebangsaan Prancis). Ketetarikan Gloria pada baris berbaris dari ibunya yang dulu pernah menjadi Paskibraka di Istana tahun 1992.
Berita Terkait
-
Pengorbanan Paskibraka Alika: Tak Bisa Dampingi Ayah, Kini Persembahkan Prestasi di Makam
-
CEK FAKTA: Benarkah 7 Anggota Paskibra Meninggal Dunia Gegara Kelelahan?
-
Jadi Inspirasi, Shandy Purnamasari Tunjuk 2 Anggota Paskibraka Jadi Brand Ambassador
-
Apresiasi BRI untuk Paskibraka, Komitmen Jangka Panjang Dukung Generasi Muda
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Program Sertipikat Tanah Gratis BPN di HUT RI ke-80?
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
-
Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan
-
Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files