Suara.com - Seorang bandar narkoba yang memiliki jaringan di berbagai lapas tewas di tangan petugas setelah berusaha kabur dari pengawalan dan berusaha merebut senjata polisi.
"Tersangka WNA Malaysia bernama Lew Keng Wah meninggal dunia setelah berebut senjata dengan petugas di mobil. Awalnya letusan senjata mengenai kaca mobil bagian depan. Lalu anggota polisi lainnya yang melihat kejadian itu berusaha membantu mengamankan tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam pesan singkat di Jakarta, Sabtu.
Boy merinci awalnya tersangka bernama Sardiyanto alias Yangke (WNI) dan Lew Keng Wah (WNA Malaysia) ditangkap oleh polisi pada Jumat (19/8) di parkiran Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Menurutnya, Lew yang berperan sebagai pengendali narkoba dari Malaysia ke Indonesia, merupakan buronan yang telah lama diincar.
Polisi mengamankan barang bukti berupa 20 kilogram narkotika jenis sabu, tiga telepon seluler, tas slempang, paspor dan sebuah mobil Honda City dengan nopol H 7369 AM.
Kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan narkoba kelompok Aceh yang memiliki jaringan di berbagai lapas diantaranya Lapas Salemba, Lapas Bulak Kapal dan Lapas Gunung Sindur.
Tersangka Lew Keng Wah terpaksa dilumpuhkan oleh petugas saat tersangka dan petugas sedang menuju ke daerah Bekasi, Jawa Barat, untuk bertemu dengan jaringan tersangka lainnya.
"Dalam perjalanan tersebut, Lew meminta izin kepada petugas untuk buang air kecil, namun tersangka akhirnya melawan petugas dengan berusaha merebut senjata. Perkelahian ini berakhir setelah petugas lainnya melumpuhkan tersangka dengan tembakan yang mengenai dada tersangka," kata mantan Kapolda Banten itu.
Selanjutnya polisi membawa tersangka yang kondisinya kritis ke RS Polri Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, namun ternyata Lew meninggal dunia dalam perjalanan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend