Suara.com - Sebanyak lima orang yang tersangkut kasus penipuan biro perjalanan haji ditangkap. Kasus itu menyebabkan sebanyak 177 warga Indonesia gagal naik haji karena menggunakan paspor Filipina.
Inspektur Jenderal Kementerian Agama, M Jasin mengatakan kelimanya adalah sindikat asing.
"Sindikat luar negerinya yang lima orang kan sudah ditangkap," kata M Jasin di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).
Ditangkapnya lima orang sindikat asing yang bekerja menipu WNI tersebut karena hasil kerja dari Nasional Biro Investigation Filipina. Meskipun sudah menangkap lima orang tersebut, Kemenag terus berkoordinasi agar menemukan pelaku lain yang berasal dari delapan travel dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang berhasil menipu WNI.
"Kalau dia itu dibujuk orang, orangnya siapa, ya kita cari itu. Kemudian kalau pergi hajinya melalui luar negeri, terus di sana ada kasus hukum, yang jadi konsen kemenag, menelusuri apakah ada travel&travel yang diizinkan Kemenag ikut membantu sindikat asing dalam membujuk rayu orang Indonesia sehingga mereka terbujuk keluar dari jalur resmi," katanya.
Lebih lanjut Jasin mengatakan bahwa sebenarnya apabila langkah dengan menggunakan paspor negara lain tersebut tidak diketahui, maka akan mulus saja. Tetapi akan jadi persoalan, jika seperti yang terjadi saat ini.
"Kalau mereka nggak ketahuan kan bisa saja. Tapi kalau ketahuan seperti ini kan sebenarnya menyulitkan mereka sendiri dan merugikan citra negara kita ini," kata Jasin.
Oleh karena itu, untuk mengusut kejadian tersebut, Kemenang akan terus berkoodrinasi dengan pihak berwajib, dalam hal ini penegak hukum untuk menyelsaikannya.
"Indikasi ada delapan kelompok travel yang memberangkatkan jamaah dari 8-10 provinsi. Kalau ada indikasi penipuan, pemalsuan, maka kita laporkan ke penegak hukum. Jadi kita menerjunkan tim ke lapangan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang ikut berpartisipasi dengan pihak asing dan melanggar aturan," kata Jasin.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Delapan Agen Perjalanan Haji Ilegal yang Berangkatkan 177 WNI
-
Travel yang Berangkatkan Haji 177 WNI Berpaspor Filipina Ilegal
-
Sebanyak 27.620 Jamaah Haji Indonesia Mulai Padati Kota Mekkah
-
Agar Semua Jadi Haji Mabrur, DPR Bentuk Dua Tim Pengawas
-
DPR Minta Kemlu Pastikan 177 WNI Calon Haji di Filipina Selamat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat