Suara.com - Polres Jakarta Timur dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyelamatkan tiga anak yang diduga terkena imbas dari kasus kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi antara kedua orangtua mereka yang berprofesi sebagai dokter. Ibu dari anak-anak itu berinisial R (42) dan ayahnya berinsial P (44).
"Ada konflik internal keluarga bapak dan ibu ada tiga orang anak dan sebenarnya proses hukum sudah berjalan lama sekitar tiga bulan dan kami duga ada kasus kekerasan pada anak dalam kasus ini karena sempat ada penjemputan paksa dari sang ibu," kata Kepala Polisi Resor Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Agung Budijono, hari ini.
Kasus tersebut berawal dari laporan R kepada polisi sekitar tiga bulan yang lalu. R melaporkan telah terjadi kekerasan dalam rumah tangganya. Tak lama kemudian, giliran P yang membuat laporan ke polisi.
Kasus tersebut kemudian diproses. Di tengah proses hukum, polisi mencurigai terjadi kekerasan terhadap anak. Sebab, katanya, pada saat pelaporan, ketiga anak terlihat tertekan.
Selanjutnya, polisi menggandeng KPAI untuk turun tangan.
"Tiga hari lalu melakukan komunikasi antara kedua belah pihak untuk datang guna dimintai keterangan, sekarang anak juga dalam kuasa dan pantauan KPAI untuk haknya dapat pulih kembali," katanya.
Ketiga anak yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga masing-masing berinisial S, I, dan J.
Saat ini, ketiga anak masih dalam status observasi untuk dilihat apakah ada kekerasan yang dilakukan oleh kedua orangtua mereka.
"Kekerasan anak akan dilihat dari hasil observasi sepuluh hari, dikhawatirkan ada pengaruh negatif untuk pertumbuhan anak," katanya.
Dalam kasus ini, polisi belum menetapkan tersangka. Penyidik masih melakukan pengumpulan bukti.
Polisi dan KPAI selama ini bekerjasama menangani berbagai kasus perlindungan anak.
"Kasus ini bukan yang pertama dan sangat berdampak bagi perkembangan anak,karena yang paling buruk merupakan perilaku menyimpang anak. Semoga dengan kerjasama ini menjadi sinergi kami menjadi suatu sistem. Orangtua sudah bercerai dan berebutan hak asuh,berharap rancangan UU pengasuhan anak diselesaikan agar anak tidak menjadi seperti barang," kata Sekretaris Jenderal KPAI Erlinda. [Erlangga Bregas Prakoso]
Berita Terkait
-
KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Resmi! Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Daycare Usai Marak Kekerasan Anak
-
Viral CCTV Penganiayaan Balita di Daycare Aceh, Polisi Ungkap Kejadian Terjadi Dua Kali
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat