Selain tersangka AR (41) yang kini sudah diamankan polisi, Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia meyakini masih ada mucikari lain. Dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan tujuh anak dari 99 anak yang menjadi korban perdagangan anak untuk kaum gay melalui media sosial.
"AR sebagai germo tidak sendiri ada yang lain, dengan kerja saling mengisi seperti memiliki jaringan prostitusi laki-laki karena korban bukan hanya dari orang Bogor saja," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, hari ini.
Kasus ini terungkap pada Selasa (30/8/2016). Tersangka AR diringkus di salah satu hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung, setelah dijebak polisi.
Polisi akan terus menelusuri jaringan prostitusi online tersebut. Tersangka AR kini masih diperiksa polisi. Tujuh anak yang telah diamankan juga sudah dimintai keterangan penyidik.
"Untuk akun Facebook sudah kami block dulu untuk kepetingan investigasi kita," katanya.
"Kita lakukan cyber patroli setiap hari, jadi temuan hari ini kita kumpulkan dulu untuk dianalisis. Tim sedang bekerja pelaku dalam proses pengembangan, kami akan sampaikan lagi dan melihat bagaimana jaringan ini bekerja dan seperti apa nantinya," Agung menambahkan.
Suara.com - Agung mengatakan tarif yang ditawarkan mucikari AR kepada para konsumen sebesar Rp1,2 juta yang harus dibayar melalui transfer bank.
Setiap kali transaksi, anak-anak yang dijual ke konsumen gay dibayar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. [Erlangga Bregas Prakoso]
Berita Terkait
-
Demo Tolak LGBTQ di Kota Bogor
-
Kakak Angelina Jolie Berharap Bisa Sambung Silahturahim dengan Adiknya Setelah Mengaku Gay
-
Terungkap Isi Percakapan Group Komunitas Gay dari Ponsel Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi Depok
-
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi Depok, Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Mendagri Cap Penabrak Parade Gay Berlin Pelaku Teror, Abdul Ballout Pernah Mau Gabung dengan ISIS
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
Terkini
-
Sinopsis "Mo Papa!", Drama Jepang Terbaru Hara Nanoka dan Tsutsumi Shinichi
-
Di Balik Sensasi Cekit-Cekit Ampoule Wondermis: Kenalan dengan Natural Microneedle Technology
-
Prabowo di Hadapan Ulama: Percaya Sama Saya, Beberapa Tahun lagi Indonesia Bangkit
-
Masuk Bursa Dirjen WHO, Menkes Budi Ungkap Instruksi Prabowo
-
Life of Pi dan Kerinduan kepada Tuhan di Tengah Ketidakpastian
-
Mahasiswa Mundur Tertib Pukul 18.00 WIB, Massa Lain Masih Bertahan di DPR
-
Gaet Tiara Andini hingga Enau, Whisnu Santika Hadirkan Musik Berbeda Lewat Album Map Of Feelings
-
Gegara Demo, Investor Asing Cabut Dana Rp113,45 Miliar dari Bursa Saham
-
Apa Bedanya Elemen Api, Air, Udara, dan Tanah dalam Mempengaruhi Sifat Zodiak?
-
Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca