Suara.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mempertanyakan salah satu stasiun televisi yang menayangkan secara langsung persidangan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa tunggal Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Hardly Stefano mengatakan dalam penayangan persidangan Jessica KPI menemukan salah stasiun televisi yang tidak memiliki keberimbangan dalam kode etik jurnalistik. Sayang, dia tak menyebut stasiun televisi yang dimaksud.
"Ada satu stasiun televisi yang mewawancarai pihak dari ayah korban, sementara pihak keluarga pelaku tidak dihadirkan untuk menjadi keberimbangan berita. Nah, ini kami akan minta klarifikasi ke stasiun televisinya, "ujar Hardly di Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (31/8/2016)
Selain itu, pihaknya juga akan memberi peringatan kepada salah satu stasiun televisi yang mewawancara hakim, yang nantinya memutuskan di persidangan Jessica. KPI juga telah meminta rekomendasi kepada Komisi Yudisial, apakah seorang hakim pemutus bisa menyampaikan opinnya kepada publik di media.
"Kami lihat, salah satu stasiun televisi karena mewawancari hakim pemutus, dan ini menurut kami agak nggak pas ya. Karena ini kan akan mempengaruhi opini publik juga. Sementara tugas dia (hakim) nanti pada putusan akhir dan ini kami sudah beri peringatan," paparnya.
Jessica didakwa Pasal 340 KUHP karena dinilai telah melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna. Mirna meninggal dunia usai meneguk es kopi Vietnam bercampur zat sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cincin Akik Hijau Jadi Sorotan, Diduga Hantam Wajah Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas
-
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
-
Mendagri: Masa Tanggap Darurat Aceh Utara Bisa Diperpanjang
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
-
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Banjir Sebetis di Pemukiman Belakang Kantor Wali Kota Jaksel, Selalu Datang Setiap Hujan Deras
-
Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
-
Keluhan Wali Murid di SD Negeri: Ketika Les Berbayar Jadi Beban Psikologis Anak