Suara.com - Dari kos AR (41), di Ciawi, Bogor, Jawa Barat, anggota Bareskrim Polri menemukan barang bukti uang, telepon genggam, dan ratusan bungkus kondom. AR merupakan residivis yang menjadi germo prostitusi dengan menyediakan anak-anak untuk kaum gay.
"Kami temukan kondom di kosan AR, di kardus kondom, bertuliskan tidak untuk diperjualbelikan," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (2/9/2016).
Menurut keterangan AR kepada polisi, kondom tersebut didapat dari lembaga swadaya masyarakat anti HIV/AIDS tempat dia dulu bekerja.
"Ini (kondom) dari kantor LSM-nya pas masih menjadi penyuluh HIV," ujar Agung.
Kepala Sub Direktorat Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Komisaris Besar Himawan Bayu Aji menduga AR menyiapkan kondom untuk membekali 99 anak yang dijual ke kaum gay.
"Kami temukan, sudah ada yang dipakai oleh mereka, ini semua masih kami dalami," ujar Himawan.
Dari 99 anak yang dijual germo AR kepada kaum gay, 27 orang di antaranya masih di bawah umur. Usianya 13 tahun sampai 17 tahun. Sedangkan yang 72 anak lainnya usianya 18 tahun sampai 23 tahun.
Germo AR menawarkan mereka melalui Facebook. Pernah ada gay asal Malaysia yang bersedia menjadi konsumen dengan bayaran Rp10 juta untuk sehari penuh.
AR memasang tarif Rp1 jutaan untuk satu anak. Setiap transaksi, dia hanya membayar Rp100-an ribu kepada masing-masing anak.
Setelah AR ditangkap polisi pada Selasa (30/8/2016), polisi menangkap dua tersangka lainnya, E dan U pada Rabu (31/8/2016) malam. U juga germo, sedangkan E berperan sebagai pembantu AR dalam menampung uang bayaran pelanggan gay.
Polisi masih terus mengembangkan kasus ini karena tak tertutup kemungkinan ada mucikari-mucikari lain. Selain itu, polisi juga mendalami siapa saja konsumen bisnis tersebut.
Berita Terkait
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Dinar Candy Tolak Tawaran Kencan Rp1 Miliar: Aku Gak Jualan, Rezekiku Masih Banyak
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN
-
Prabowo Turun Tangan, Korban Kebakaran Kemayoran Dapat Uang Tunai dan Sembako
-
Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot: Nasib Tragis Dadan Hindayana di BGN
-
Megawati Apresiasi Panen Jagung GNTI, Produktivitas Disebut Lampaui Metode Konvensional
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP
-
Ribuan Ikan Mati Mengambang di Karawang, Warga Diminta Jangan Konsumsi