Suara.com - Warga Kelurahan Penumping Kecamatan Laweyan Kota Solo yang sedang memperingati 1.000 hari arwah neneknya yang sudah meninggal dibubarkan oleh sekelompok orang yang tidak kenal.
Ursula, salah satu anak keluarga yang sedang memperingati 1.000 hari warga Penumping Solo mengatakan peristiwa tersebut terjadi di pendopo Kelurahan Penumping Solo, pada Selasa (6/9/2016) sekitar pukul 19.30 WIB.
Menurut Ursula, peristiwa tersebut berawal dari keluarganya yang mengadakan peringatan 1.000 hari meninggal neneknya dengan acara Misa. Karena, rumahnya sempit, kemudian minta izin pak Lurah untuk meminjam pendopo yang sering digunakan kegiatan apa saja oleh warga setempat.
"Kami kemudian menggunakan pendopo awalnya untuk melakukan doa, setelah itu, kemudian juga diundang warga sekitar untuk peringatan meninggalnya nenek saya ini," kata Ursula, Rabu (7/9/2016).
Saat acara Misa mau selesai ada datang seorang mengambil gambar. Orang yang tidak dikenal itu, kemudian terus menghilang.
Ursula menjelaskan pihaknya sempat curiga dengan orang yang mengambil gambar tersebut. Tiga orang yang tidak dikenal kemudian mendatangi untuk membubarkan acara doa arwah tersebut. Mereka diajak berdialog agar tidak terjadi keributan.
"Warga yang ikut acara Misa sempat ketakutan, karena beberapa menit kemudian datang puluhan orang yang dikenal dengan berteriak-teriak untuk membukarkan kegiatan itu," kata.
Kepolisian dan Camat kemudian datang ke lokasi untuk menengahi tersebut.
"Mereka sempat menendang kursi dan meja berteriak agar segera bubar. Kami tidak mengenal seklompk orang itu, karena bukan warga Kelurahan Penumping," katanya.
Camat Laweyan Hendro Pramono menjelaskan kejadian itu hanya kesalahpahaman.
"Acara itu, kalau orang jawa peringatan 1.000 hari orang meninggal dengan baca doa Tahlil," kata Hendro.
Menurut Hendro, kelompok orang yang mendatangi ke lokasi peringatan 1.000 hari arwah tersebut tidak dikenal oleh warga setempat. Mereka bukan warga kelurahan Penumping. Karena dilihat dari wajahnya tidak ada yang dikenal. Polisi saat datang ke lokasi mereka sudah pergi meninggalkan lokasi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bantah Ada Keberpihakan, Sekjen MPR Sebut Kisruh LCC Kalbar Murni Kendala Sound
-
Ungkap Kejanggalan di Kasus Chromebook Nadiem, Mahfud: Nampak Dipaksakan dan Ada yang Ditarget
-
Sita Rp39 Triliun Uang Koruptor di Rekening Tak Jelas, Prabowo: Mungkin Istri Muda Tidak Tahu
-
Pimpinan MPR Panggil-Tegur Juri LCC Kalbar, Sanksi Sesuai Aturan BKN Menanti?
-
Kisruh LCC Kalbar Berlanjut ke Meja Hijau, Pimpinan MPR Bilang Begini
-
The Beast Muncul di Beijing, Kedatangan Trump Malam Ini Bikin China Tegang
-
'Biar Andrie Kapok!': Pengakuan Kapten Nandala soal Jiwa Korsa di Balik Penyiraman Air Keras
-
Resmi! Ketua MPR Putuskan LCC Kalbar akan Ditanding Ulang
-
Prabowo Siapkan Rp10 T Hasil Denda Satgas PKH Buat Renovasi Puskesmas Terbengkalai Sejak Pak Harto
-
KTT AS-China: Xi Jinping Bakal 'Kulit' Trump Begitu Injak Kaki di Beijing