News / Internasional
Jum'at, 09 September 2016 | 06:23 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam sebuah wawancara di Wladiwostok, Rusia, Kamis (1/9/2016). [Sputnik/Kremlin /Alexei Druzhinin via Reuters]

Suara.com - Pemerintah Turki dan Rusia menyepakati dorongan untuk dilakukan gencatan senjata di kawasan Aleppo, Suriah selama perayaan Idul Adha. Hal itu disepakati Antara Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mereka berbincang lewat sambungan telepon, Kamis (8/9/2016). Dalam obrolan itu mereka juga sepakat untuk 'membersihkan' kawasan Suriah dari organisasi terorisme. Terutama membasmi ISIS.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta Rusia untuk menyepakati gencatan senjata selama 48 jam setiap pekan di Aleppo, Suriah, untuk membantu dua juta warga yang terjebak peperangan di kota tersebut.

PBB mengatakan bahwa usulan Rusia agar gencatan senjata dilakukan selama tiga jam per hari tidak cukup untuk mengirim makanan dan bantuan-bantuan lain ke Aleppo. PBB juga berencana untuk mengevakuasi warga kota yang sakit dan terluka.

Sekitar dua juta warga Aleppo, baik di wilayah gerilyawan maupun pemerintah, kekurangan akses terhadap air bersih setelah infrastruktur sipil kota hancur akibat pengeboman.

Peningkatan kekerasan di kota itu, yang pada masa damainya adalah wilayah perdagangan paling sejahtera di Suriah, membuat perundingan perdamaian di Jenewa berakhir dengan kegagalan.

Oposisi Suriah menuntut gencatan senjata terbatas di Aleppi dan juga akses bantuan kemanusiaan, sebelum perundingan damai dapat dimulai kembali.

Sekitar 590.200 orang kini terjebak di wilayah yang terkepung di Suriah, kata PBB.

Iringan bantuan berhenti pada bulan ini. Satu-satunya bantuan, yang berhasil dikirim, adalah dengan menjatuhkannya dari pesawat di Deir al-Zor, yang dikuasai pemerintah dengan penduduk 200.000 jiwa, yang kini dikepung IS.

"Di Suriah, apa yang kami dengan hanyalah pertempuran, serangan, balasan, roket, bom, mortar, kanon, klorin, penembak jitu, dan bom bunuh diri," kata de Mistura. (Reuters)

Load More