Suara.com - Mimpi Serena Williams untuk mengoleksi gelar ketujuh di AS Terbuka harus terhenti di semifinal setelah dia kalah dari Karolina Pliskova 6-2 7-6(5) pada Kamis (8/9/2016) waktu setempat. Ini merupakan dua tahun berturut-turut, petenis nomor satu dunia itu gagal melangkah ke babak puncak salah satu turnamen grand slam ini.
Kekalahan itu juga mengakibatkan Serena harus menyerahkan posisi peringkat nomor satu dunia WTA yang sudah cukup lama didudukinya. Setelah selama 186 pekan berturut-turut menjadi petenis nomor satu dunia, Williams harus bisa masuk final untuk memiliki peluang mempertahankan posisi puncak itu dan jika gagal akan menyerahkan posisi puncaknya ke petenis Jerman Angelique Kerber.
Setahun yang lalu, Williams yang bertanding di semifinal dihentikan oleh petenis non unggulan asal Italia Roberta Vinci, dan itu merupakan rekor kegagalan terbesar dalam sejarah tenis grand slam.
Namun sejarah terus mengisyaratkan Williams bakal sukses menjadi juara grand slam terhebat selama era tenis profesional jika dia mampu meraih gelar ke-23 dan dipastikan bisa melewati rekor Steffi Graf.
Dengan hasil kemenangan itu maka Pliskova akan bertemu di final Sabtu melawan antara pemenang unggulan kedua Kerber atau petenis non unggulan Caroline Wozniacki. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Ini Dia Penampakan Jersey Michael Jordan yang Terjual Seharga Rp 151 Milyar
-
Roger Federer Umumkan Gantung Raket, Serena Williams: Selamat Datang di Klub Pensiunan
-
Serena Williams Tersingkir dari US Open 2022, Harapan Tutup Karier dengan Trofi Pupus
-
Sepak Terjang Serena Williams di US Open 2022: Beda Nasib di Ganda vs Tunggal
-
Hasil US Open 2022: Serena dan Venus Williams Tersingkir di Nomor Ganda
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!
-
Bareskrim Rampungkan Berkas Kasus Impor Handphone Ilegal, Tiga Tersangka Segera Disidang
-
Mengapa Pengembalian Amplop Belum Tentu Membebaskan Raja Juli Antoni dari Pidana?