Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengharapkan Pesta Olahraga Rekreasi Dunia atau TAFISA Games 2016 dapat mendatangkan devisa bagi negara menyusul momentum promosi budaya dan wisata nasional.
"Pemerintah sangat ingin memfasilitasi penyelenggaraan TAFISA Games ini agar sukses penyelenggaraan, sukses pariwisata, sukses ekonomi kreatif, dan dapat mendatangkan devisa bagi kita," kata Menpora Imam Nahrawi dalam konferensi pers TAFISA Games 2016 di Jakarta, Selasa (13/9/2016).
Menpora mengatakan pesta olahraga yang menargetkan 4.600 peserta dari 110 negara itu akan menjadi ajang promosi lokasi-lokasi pariwisata dan budaya di Indonesia selain bertujuan membangkitkan olahraga rekreasi dunia dalam bentuk kompetisi, festival, maupun pameran.
"Kemenpora telah menganggarkan Rp125 miliar untuk penyelenggaraan TAFISA Games 2016 selain dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan instansi lain," kata Menpora tentang pesta olahraga yang akan digelar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol Jakarta pada 6-12 Oktober itu.
Presiden Joko Widodo, menurut Menpora, akan membuka TAFISA Games pada 8 Oktober dalam upacara pembukaan.
"Kita harus melewati proses pengajuan yang ketat sehingga kegiatan yang mempertemukan masyarakat olahraga rekreasi dunia ini akan menjadi momentum bagi kita dan dunia," kata Menpora.
Selain 86 cabang olahraga rekreasi, TAFISA Games ke-6 itu juga akan menampilkan kegiatan pemecahan rekor dunia 2.600 peserta enggrang dan 13 ribu peserta tarian asal Brazil, Zumba.
Sebelumnya, Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman, menyebut 47 negara peserta telah memastikan diri terlibat dalam TAFISA 2016 di Indonesia.
"Kami menunggu pendaftar hingga akhir September. Kami berharap target peserta dapat terpenuhi," kata Hayono.
Tuan rumah Indonesia mempromosikan olahraga poco-poco sebagai olahraga rekreasi dari Kabupaten Sangihe Talaud Sulawesi Utara. Kemenpora berharap senam poco-poco menjadi senam asli Indonesia yang setara dengan cabang olahraga rekreasi dunia lainnya. (Antara)
Berita Terkait
-
WFH dari Hambalang, Prabowo Bahas Naturalisasi hingga Masa Depan Timnas Indonesia
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia
-
Erick Thohir Ungkap Alasan Naturalisasi Mitchell Baker dan Luke Vickery
-
Persiapan Indonesia Jelang Asian Games 2026 Diselimuti Ketidakpastian, Dana Pelatnas Kena Efisiensi
-
Kericuhan Suporter Berulang, DPR Desak Menpora Evaluasi Total Pengurus PSSI
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
TransJakarta Hapus Dua Rute Sekaligus, 25 Armada Dialihkan demi Persingkat Waktu Tunggu
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
Polisi Kembali Tetapkan 291 Tersangka Judol Hayam Wuruk, 287 Warga Asing
-
Guntur Romli: Safari Jokowi Tak Berdampak ke PDIP, Justru NasDem yang Harus Waspada!
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung