Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli menilai pembangunan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi penyebab kesengsaraan masyarakat Jakarta.
"Sebagai contoh paling sederhana, saya kunjungi akuarium yang digusur. Di situ ada 4 hektar tanah, sebetulnya bisa dibangun apartemen untuk warga, jadi tidak perlu diungsikan," kata Rizal dalam diskusi bertajuk Indonesia Menggugat, Jakarta Menggugat, di Gedung Juang, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).
Rizal melanjutkan, dari 4 hektar tanah yang ada kampung akurium tersebut, harusnya Pemprov DKI bisa menyediakan tempat tinggal yang layak buat warga tapi tidak menggagalkan rencana pembangunan.
"Setengah hektar, masing-masing keluarga dapat apartemen 2 kamar. 70 meter persegi, biayanya paling maksimum Rp150 miliar. Setengah hektar lagi, kita bikin taman buat anak-anak bermain, kita bikin penghijauan, kita bikin tempat UKM beroperasi," tutur Rizal.
Sisa tanah yang tiga hektar lagi, menurut Rizal, bisa ditenderkan kepada swasta. Hasilnya, Rp150 Milyar dibangun apartemen untuk warga.
"3 hektar lagi kita tenderkan ke swasta, harganya 25 juta per meter. Artinya dari 3 hektar itu dapat Rp350 Milyar. Biaya untuk menyediakan apartemen gratis itu hanya Rp150 Miliar. Pemerintah DKI masih untung," ujar Rizal.
"Beda dengan sekarang. Digusur ke Rawa Bebek, jauh dari tempat mereka cari makan. Hanya bisa gratis 3 bulan, habis itu harus bayar dan sekarang sudah banyak yang gak mampu bayar karena sudah lewat 3 bulan dan mau digusur lagi," Rizal menambahkan.
Menurut Rizal, cara yang seperti itu justru membuat rakyat semakin sengsara. Katanya, secara tidak langsung pemerintah telah memiskinkan warganya lewat kuasa struktur.
"Akhirnya mereka menjadi lebih miskin. Ini adalah apa yang disebut dalam hukum ekonomi sebagai proses pemiskinan struktural. Orang itu dibikin miskin dengan kebijakan. Harusnya rakyat dibikin makmur dengan kebijakan, bukan dibikin miskin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah