Suara.com - Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengimbau warga calon pemilih di pilkada Jakarta periode 2017-2022 yang belum memiliki KTP elektonik (e-KTP) bisa mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk bisa mendapatkan rekomendasi agar dapat menggunakan hak pilih.
"Pemilih harus memiliki e-KTP. Kalau belum, harus ada surat keterangan Disdukcapil," kata Sumarno di kantor KPUD, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2016).
Saat dilakukan pemutakhiran data pemilih, warga harus menunjukkan e-KTP atau surat rekomendasi dari Disdukcapil kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. KPUD telah mengerahkan sebanyak 26.392 PPDP untuk melakukan pemutakhiran data.
"Kita mintakan seluruh warga DKI menunjukkan e-KTP atau surat keterangan Disdukcapil tersebut," kata dia.
Pelaksaanan pencocokan dan penelitian data pemilih dilakukan dari 8 September hingga 7 Oktober 2016. Setelah itu, petugas akan menempelkan stiker di setiap rumah sebagai bukti jika penghuninya terdaftar sebagai pemilih.
"Kami sedang melakukan pencocokan dan penelitian untuk mendata warga Jakarta, apakah sudah sesuai data KPU, atau apakah ada pemilih baru atau pemilih lama yang misalnya sudah meninggal," kata Sumarno.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
KontraS Desak Aparat Usut Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Ada Upaya Pembungkaman?
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Dukcapil Temukan Nama dengan 79 Huruf: Terlalu Panjang untuk Kolom KTP!
-
Suplai Minyak AS Terancam? Trump: Kapal Minyak Harus Punya Nyali, Terjang Selat Hormuz!
-
Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama
-
Daftar Negara Korban Jalur Neraka Selat Hormuz, Bikin Ekonomi Kacau Imbas Perang Iran
-
Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan
-
Yaqut Disebut 'Getok' Rp84 Juta Per Jemaah Haji Khusus
-
CCTV di Salemba Disisir, Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
-
H-8 Lebaran 2026: 45 Ribu Pemudik 'Serbu' Stasiun Jakarta, 721 Petugas Gabungan Siaga