Suara.com - Kelompok militan ISIS menyerbu pasukan Amerika Serikat di pangkalan udara Qayarah, Irak menggunakan senjata kimia yang dikemas mirip mustard. Hal ini seperti disampaikan badan intelejen AS.
Analisa persenjataan AS mengatakan senjata kimia tersebut dilepaskan militan ISIS menggunakan peluncur roket. Reaksi kimia senjata tersebut sangta berbahaya karena bisa menyebabkan luka bakar dan melepuh di permukaan kulit secara permanen.
Selain itu, gas kimia yang juga bisa mengakibatkan kebutaan serta gangguan pernafasan kronis hingga kematian.
Beruntung, menurut Pentagon, senjata kimia yang ditembakkan berkekuatan rendah sehingga tak menimbulkan dampak masiv. Saat ini, pasukan AS sedang meneliti lebih jauh senjata tersebut.
Ini buka kali pertama ISIS menyerang musuh dengan senjata kimia. Sebelumnya, mereka menembakkan roket berisi racun mematikan di kota Taza Maret Lalu. Seorang bocah perempuan berumur tiga tahun dikabarkan tewas dalam serangan tersebut. (Mirror)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Analis: Iran di Atas Angin, Ini Sebabnya
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas