Suara.com - Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay menyatakan internasional tidak perlu ikut campur mengurusi kebijakan negaranya dalam memberantas narkoba. Menurut dia kebijakan Presiden Rodrigo Duterte legal di negaranya.
Hal itu dia sampaikan dalam sidang Majelis Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kata dia, Duterte bertekad membebaskan Filipina dari praktik narkoba dan korupsi.
"Tindakan kami menjadi perharian media nasial dan internasional yang menyatakan tindakan kami salah," kata dia.
"Kami mendesak semua orang untuk mengetahui tantangan dalam negeri kami dalam rangka mencapai tujuan nasional kita dan jangan ikut campur tangan," lanjutnya.
Duterte menang pemilu, 9 Mei lalu. Dia bersumpah untuk menghapus sindikat obat-obatan terlarag. Polisi mengatakan selama 11 pekan terakhir hampir 3.000 orang telah tewas dalam 'perang Duterte' terhadap narkoba.
Pembunuhan para sindikat narkotika itu menarik kecaman internasional, termasuk PBB. Tindakan itu dianggap melanggar HAM. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas