Pasangan cagub dan cawagub DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjalani tes kesehatan di RSAL Mintohardjo, Jakarta, Sabtu (24/9/2016). [suara.com/Oke Atmaja]
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku mendapat undangan dari oleh Partai Gerindra untuk menjadi calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang digelar bulan Februari 2017 mendatang.
Dia pun akhirnya menerima undangan Gerindra karena tujuannya untuk membicarakan Jakarta. Selain itu, Anies mengatakan, Gerindra punya dasar pemikiran yang sama dalam hal membangun Jakarta.
"Ini pencalonan gubernur, dan pencalonan gubernur ini saya diundang untuk mengikuti proses pemilihan gubernur. Jadi partai papun yang bergerak dengan landasan pancasila, UUD, dan berada dalam sistem politik kita, itu sama. Karena kita bicaranya untuk Jakarta, ketika saya diundang, saya nyatakan siap," kata Anies usai melaksanakan uji kejiwaan di RSAL Mintohardjo, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (25/9/2016).
Untuk diketahui, pada masa Pilpres 2014, Anies juru bicara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK). Kala itu, Jokowi-JK melawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Anies kerap mengkritik Prabowo-Hatta. Malah, Anies sempat menyebut bila pasangan Prabowo-Hatta didukung oleh mafia. Kala itu, Anies menyampaikannya dalam konfwrensi pers penyampaian program Jokowi-JK di Hotel Holiday Inn, Bandung, Kamis (3/7/2016).
Kini, Anies Baswedan menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Gerindra-PKS. Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno untuk melawan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat yang diusung Nasdem, Hanura, Golkar dan PDI Perjuangan, serta Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang didukung Demokrat, PKB, PPP, dan PAN.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri
-
Busyro Muqoddas Ingatkan Bahaya Kriminalisasi Aktivis, Soroti Pola Lama Penegakan Hukum
-
Saraswati Fellowship Wisuda Angkatan Pertama: 30 Perempuan Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
-
Terkait Rencana Borong 105 Ribu Mobil dari India, KPK Langsung Wanti-wanti Hal Ini!
-
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan
-
Seorang Pemotor Tewas Usai Tertemper Kereta Bandara di Perlintasan Kalideres Jakbar
-
Komisi III DPR Beri Deadline 1 Bulan ke Kapolri, Ambil Alih dan Sikat Habis Oknum Polisi Bermasalah!