Suara.com - Keluarga mendiang Wayan Mirna Salihin mendatangi gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2016). Belum diketahui tujuan kedatangan mereka ke gedung bundar.
Yang datang, antara lain, Ni Ketut Sianiti (ibu Mirna), Arief Soemarko (suami Mirna), dan Sendy Salihin (saudari kembar Mirna).
Keluarga Mirna tiba di lokasi sekitar pukul 10.50 WIB. Mereka masuk ke ruangan Jaksa Agung Tindak Pidana Umum.
Tadi, Arief sempat mengungkapkan kekecewaannya dengan tuntutan jaksa penuntut umum kepada terdakwa Jessica Kumala Wongso dengan hukuman penjara 20 tahun.
"Ya kita kecewa saja, tuntutannya kan cuma 20 tahun. Siapa yang nggak kecewa," kata Arief.
Menurutnya Arief tuntutan jaksa tersebut janggal karena tidak sesuai dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang didakwakan kepada Jessica yaitu hukuman mati.
Arief mengatakan jika tuntutannya ringan, seharusnya ada hal yang meringankan Jessica.
"Ya kan sudah (tuntutan) dibacain, bahkan yang meringankan aja nggak ada, kok (tuntutannya hanya 20 tahun," kata Arief.
Sendy belum mau menceritakan tujuan kedatangan keluarganya ke Kejagung. Dia mengatakan akan menjelaskan setelah pertemuan nanti.
"Nanti aja ya, kita kasih tahu kalau sudah kelar pertemuan," kata Sendy.
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan