Suara.com - Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk penangan HIV/AIDS di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu. Hal tersebut dilakukan untuk menekan jumlah penyebarannya di tengah penduduk.
"Alokasi anggaran itu nantinya akan diberikan kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang sebagai lembaga yang memiliki tugas untuk itu," kata Wali Kota Kupang, Jonas Salean di Kupang, Senin (10/10/2016).
Menurut Jonas, Pemkot Kupang sangat peduli terhadap upaya penanganan dan penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang langsung kekebalan tubuh manusia itu. Salah satu yang dilakukan adalah pembentukan kelompok-kelompok penanggulangan HIV dan AIDS hingga ke tingkat kelurahan.
Tokoh masyarakat dan tokoh agama, lanjut Jonas juga menjadi salah satu kunci bagi pemerintah melakukan aksi pencegahan penyebaran penyakit ini.
"Di tingkat kelurahan kita bentuk kelurahan peduli Aids dan akan ada di seluruh kelurahan," katanya.
"Melalui ceramah dan penyuluhan di setiap pertemuan-pertemuan masyarakat dan umat masing-masing, upaya pencegahan bisa dilakukan para tokoh agama dan masyarakat," ujarnya lagi.
Dari aspek data, jumlah HIV dan AIDS di Kota Kupang sepanjang 2000 hingga Mei 2016 kata Jonas sudah mencapai 884 kasus dengan rincian jumlah HIV 625 kasus dan AIDS 259 kasus.
Dari jumlah itu, untuk pengidap berjenis kelamin laki-laki berjumlah 513 orang dan perempuan 371 orang.
"Jumlah itu yang harus kita kurangi dan kita bendung bersama agar tidak meluas," ucapnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat