Suara.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengambil alih kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari Polda Metro Jaya dan Polda Sumatera Selatan. Ahok dilaporkan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah dan Forum Anti Penistaan Agama ke Polda Metro Jaya.
"LP-nya (Laporan Polisi kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok) di beberapa tempat kami akan satukan. Ada di Polda Metro Jaya, Sumsel, di Bareskrim ada empat. Kami akan satukan (perkaranya) karena orangnya sama, obyeknya sama, focusnya sama, artinya berapapun laporan pasti dijadikan satu," kata Direktur Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi, Senin (10/10/2016).
Selanjutnya, kata dia, penyidik Bareskrim akan melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Pihaknya akan mendalami, mencari rekaman video asli pernyataan Ahok yang dituduh menistakan agama saat mengutip surat Al Maidah beberapa waktu lalu di Kepulauan Seribu.
"Kami akan cari video aslinya, seperti apa yang durasi panjang, akan ditelusuri di Pulau Seribu, lalu durasi pendek yang didapat dari pelapor. Semuanya akan diperiksakan ke Cyber dan Puslabfor untuk dianalisa dan kemudian dibuat transkripnya, supaya tahu apa sih perbedaan yang dipotong dengan yang asli, jadi lengkap durasinya," ujar dia.
Dia menjelaskan, saksi pelapor direncanakan akan diperiksa hari ini oleh penyidik Bareskrim.
"Kami mau periksa saat mereka lapor, tapi mereka nggak siap, janjinya hari Senin ini. Kami panggil beberapa saksi dari pihak pelapor, kalau kejadian itu cukup dua saksi," tutur dia.
Menurut dia, semua keterangan saksi akan ditanyakan kepada ahli bahasa untuk mengetahui dan memastikan apakah penyataan Ahok tersebut masuk penistaan agama atau tidak.
"Setelah minta keterangan saksi pelapor, kami akan tanya ahli bahasa. Apakah itu bahasanya masuk menista atau tidak. Nanti setelah ahli bahasa dipanggil, lalu ahli agama dari Kementerian Agama yakni Dirjen Umat Islam. Nanti kami minta bersaksi dan kalau perlu kami hubungi MUI ini menista atau bukan, kami akan cari ahli agama lain untuk menguatkan apakah perbuatan ini masuk penistaan atau tidak, karena belum tentu juga yang melapor benar," kata dia.
Dia menambahkan, total semua yang melaporkan kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok ada delapan laporan. Diantaranya laporan di Polda Metro Jaya tiga, Bareskrim empat dan Polda Sumsel satu laporan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger