News / Metropolitan
Senin, 10 Oktober 2016 | 16:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera tidak ingin mengurusi permohonan maaf Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok meminta maaf karena merasa bersalah setelah mengutip Al Quran dalam melakukan kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

"Kan beliau (Ahok) sudah minta maaf, jadi itu diserahkan kepada publik," ujar politisi PKS Mardani Ali Sera saat dihubungi, Senin (10/10/2016).

Ketua Tim Pemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ini mengatakan isu suku, agama, ras dan antargolongan menjelang Pilkada Jakarta yang tengah menjerat Ahok terkait kutipan surat Al Maidah ayat 51 ini dimulai oleh Ahok.

"Karena isu itu bukan dimulai dari kami, monggo saja respon publik seperti apa," katanya.

Dihubungi suara.com secara terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem DKI Jakarta, Bestari Barus mengatakan permohonan maaf Ahok bukan karena desakan dari partai pengusung Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Jakarta 2017.

"Saya rasa Pak Ahok tahu apa yang dilakukan dan disampaikan, kalau pun ada permintaan maaf tujuanya agar nggak jadi kesalah pahaman dan pembahasan yang berkepanjangan," kata Bestari.

Pernyataan Ahok yang dianggap telah melakukan penistaan agama Islam ketika mengunjungi Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016), dan mengatakan kepada warga di sana bahwa tak masalah jika warga tak memilihnya lagi di pilkada tahun 2017.

Load More