Suara.com - Sunyi dan terisolasi dari dunia luar. Inilah sedikit gambaran tentang 'kejamnya' kehidupan di dalam penjara. Setiap orang pastinya menghindari hidup dalam dunia yang seperti itu.
Namun, hal itu tidak berlaku rupanya bagi Linda Patricia Thompson alias Brian Thompson, 59 tahun. Transjender ini justru lebih memilih kembali ke dalam penjara daripada mengisap udara kebebasan di luar.
'Impiannya' balik ke jeruji besi pun terwujud setelah pengadilan di Amerika Serikat menjatuhkan vonis enam tahun penjara di penjara federal khusus perempuan.
Hukuman ini jauh lebih ringan dari ancaman penjara sebelumnya, yakni 20 tahun. Keringanan itu kata pengacara tersangka, David Weiss, lantaran Thompson mengakui telah meramponk bank di Wyoming pada musim panas lalu.
Berdasarkan berita acara pemeriksaan Biro Penyelidik Federal (FBI), Thompson memasuki bank di Cheyenne pada 27 Juli dan menyerahkan catatan, yang ditulis di atas karton, kepada petugas bank, yang bertuliskan "Saya punya pistol. Berikan semua uangmu.".
Petugas bank lantas menyerahkan uang 16.300 dolar AS kepada Thompson yang membawa uang itu keluar bank, dan memberikannya kepada beberapa orang di jalan, serta melemparkan sisanya ke udara, kemudian duduk di sebuah ember terbalik menunggu ditangkap.
Polisi Cheyenne yang merespon kejadian itu mengatakan kepada FBI bahwa Thompson mengaku telah mencuri.
"Saya baru saja merampok bank, saya ingin balik ke penjara," katanya seperti dikutip dalam BAP. Semua uang hasil perampokan sudah dikembalikan.
Menurut FBI, Thompson mendapat pembebasan bersyarat dari penjara di Oregon pada Juni dan mengatakan kepada petugas bahwa dia tidak ingin dibebaskan.
Setelah bebas, Thompson naik kereta di La Grande, Oregon dan turun di Cheyenne, dimana ia diserang dan kemudian menolak ditempatkan di sebuah rumah perlindungan bagi gelandangan selama berada di sana.
Thompson kemudian memutuskan melakukan perampokan bank karena tidak sanggup bertahan hidup di jalanan, katanya kepada penyelidik.
Thompson sempat tampil dalam sebuah film dokumenter pada 2006 mengenai narapidana transjender berjudul "Cruel & Unusual".
Dalam sebuah potongan film tersebut, Thompson mengatakan ketika dia memutuskan hidup terbuka sebagai perempuan, dia tidak bisa lagi mendapatkan pekerjaan, dan mencuri besi-besi bekas untuk bertahan hidup. (Reuters)
Berita Terkait
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Ulasan Sunshine Women's Choir: Kisah Pengorbanan Ibu yang Menyentuh Hati
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem: Angka Keadilan atau Pesan Politik yang Brutal?
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook
-
Merajut Harkat: Menyingkap Sisi Gelap Penjara dan Martabat yang Hilang
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi