Suara.com - Kepala Kepolisian Resor Jayapura Kota AKBP Marison Tober Hamonangan Sirait mengatakan pihak telah memeriksa dua orang saksi terkait aksi teror bom di rumah pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Papua Marthinus A Werimon di Jayapura, Papua.
"Selain saksi korban, Pak Marthinus Werimon, sekuriti salah satu perumahan juga sudah dimintai keterangan," kata Tober di Jayapura, Jumat (14/10/2016).
Menurut Tober, pihaknya belum bisa memastikan apakah aksi teror itu ada hubungannya dengan Pilkada Kota Jayapura. Sebab, penyidik masih mempelajari BAP dan keterangan para saksi.
"Belum, nanti kami lihat pengembangannya. Kalau kami sudah mendapatkan pelakunya, siapa dia, siapa yang menyuruh, nanti baru bisa simpulkan," ujarnya menegaskan.
Sementara ciri-ciri pelaku, kata Mantan Kapolres Keerom itu, akan disampaikan setelah punya bukti lengkap dan kuat, melalui penyidikan dan penyelidikan.
"Nanti kami sampaikan. Kalau ada info pengendara motor matic yang berboncengan, kan belum tentu juga sebagai pelakunya, mungkin pas dia lewat lalu bunyi, bisa juga. Nanti kami selidiki dulu, yah," katanya.
Kini, kata dia, jajaran di lapangan sedang bekerja keras untuk segera mengungkap kasus tersebut.
"Termasuk segera mengirimkan serpihan diduga bom itu ke Labfor, sehingga bisa tahu daya ledaknya seperti apa dan lainnya," kata Tober.
Sementara itu, Kasat Brimob Polda Papua Kombes Pol Mathius Fakihiri menduga bahwa serpihan bom yang ditemukan di depan rumah petinggi Golkar Papua berupa pipa dan berupa tali plastik. Bom jenis ini tak mempunyai daya ledak kuat.
"Kalau ada isian itu bisa (merusak), tapi kalau ini tidak ada isian. Ini hanya menggunakan daya untuk menakuti dengan media pipa, kalau ada isian pasti banyak yang jebol," katanya.
Mathius juga menduga bahwa bom itu sejenis 'dopis' atau bom ikan yang medianya dari kaca dan biasa digunakan oleh oknum-oknum nelayan di pesisir pantai Papua saat mencari ikan.
"Iya, sering digunakan sebagai bom ikan, kalau di Papua biasa disebut dopis. Kalau bom sebenarnya, punya daya ledak besar, ada isian dan merusak, kalau ini tidak," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123