Suara.com - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengakui mencari data-data hasil kerja Tim Pencari Fakta kasus pembunuhan Munir Said Thalib yang hilang tidak mudah. Tapi, Yasonna percaya Jaksa Agung M. Prasetyo mampu menemukannya.
"Biar pak jaksa agung mengkoordinasikan itu. Kita tetap konsen kok soal itu. Tapi soal proses hukum bukan di kita. Jaksa agung sedang bekerja. Kalau data-data yang dikatakan hilang, kita lihat saja dulu. Kita berupaya kok, pak jaksa agung, saya tahu, berupaya untuk itu. Hanya kan nggak mudah," kata Yasonna di DPR, Rabu (19/10/201).
Pernyataan Yasonna menanggapi ultimatum yang dikeluarkan istri mendiang Munir, Suciawati, kepada pemerintah. Suciwati menilai pemerintah lalai menindaklanjuti dokumen TPF kematian suaminya.
Yasonna menolak disebut melemparkan tugas tersebut kepada Kejaksaan Agung. Yasonna mengatakan pemerintah sudah menangani kasus tersebut dan pelakunya sudah dihukum.
Yasonna menambahkan bila muncul fakta baru, pemerintah akan menindaklanjutinya secara yuridis.
"Nggak (lempar tanggungjawab). Kan sudah ada proses peradilan yang pertama sudah ada untuk pilotnya, Polyarpus. Kalau ada indikasi yang lain, secara yuridis kuat, dan itu diteliti terus," kata dia.
Suciwati menganggap Pemerintahan Presiden Joko Widodo membangkang putusan Komisi Informasi Publik yang menyatakan harus membuka dokumen TPF kasus Munir. Dia mendesak Presiden segera menemukan dan membukanya ke publik.
"Bahwa kelalaian berupa hilangnya dokumen TPF Munir dan ketidakpatuhan berupa tidak diumumkan hasil penyelidikan kepada publik dapat mengarah pada pelanggaran pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 52, 53, dan 55 UU nomor 14/2008," kata Suciwati di kantor Kontras, Rabu (19/10/2016).
Berita Terkait
-
Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut
-
Dasco Damaikan Ketua PWI dan Hotman Paris, Laporan Polisi Dugaan Menghina Wartawan Bakal Dicabut
-
PWI Desak Hotman Paris Minta Maaf karena Lecehkan Wartawan saat Konpers Kasus Eks Jampidsus
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Menjemput Kelezatan Rendang Kuah Hitam Autentik di RM Pak Haji Munir Jambi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN