Suara.com - Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan kinerja dua tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla merupakan buah dari kinerja pemerintahan sebelumnya.
Hal itu dikatakan Riza dalam diskusi 'dua tahun pemerintah Jokowi-JK: Evaluasi Publik Nasional' yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Minggu (23/10/2016).
Dalam survei ini disebutkan, 69 persen warga sangat puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Kemudian, 63 persen warga sangat puas dengan kinerja Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Jadi setiap pemerintahan harus jujur ada produk pemerintahan sebelumnya. Ini Pak Jokowi baru dua tahun memimpin pemerintahan, sementara Pak SBY sudah 10 tahun menjalankan pemerintahan jadi dengan sendirinya ada produk-produk (SBY) yang dinikmati pemerintahan Jokowi," kata Riza.
Dia mencontohkan soal dana desa yang sudah dua tahun bergulir di pemerintahan Jokowi. Menurut Anggota Komisi II DPR ini, program tersebut muncul akibat komitmen dalam pembuatan peraturan perundang-undangannya dan perencanaannya sejak zaman Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden.
"Sehingga zaman Pak Jokowi tinggal meneruskan," ujar Riza.
Kemudian, sambungnya, soal peningkatan anggaran kesehatan di zaman Jokowi juga dikarenakan penuntasan peraturan perundang-undangan, baik UU kesehatan atau pembentukan BPJS yang terjadi pada zaman SBY.
"Zaman Pak Jokowi tinggal meningkatkan," tuturnya.
Contoh lainya, sambung Riza, soal anggaran pendidikan yang terjadi peningkatan menjadi 20 persen APBN. Hal itu, menurutnya, juga karena sudah diselesaikan pada zaman SBY.
"Jadi kalau hasil survei ada peningkatan dari pendidikann, kesehatan dan dana desa, itu sebenarnya itu semua produk dari zaman pak SBY," tuturnya.
Kendati demikian, Riza mengatakan, Presiden Jokowi juga memiliki produk sendiri. Namun, hal itu tidak dirasakan untuk masa kini. Riza menilai produk Presiden Jokowi nanti baru terasa pada tahun 2019.
"Apa yang jadi produk Pak Jokowi? Ada infrastruktur, yang sebenarnya sudah dimulai pada jamaan Pak SBY dengan program MP3IE, tapi meski demikian ada proses pembangunan yang optimal yang perlu kita apresiasi, tapi kita harus lihat baru akan terasa manfaatnya itu pada tahun 2019. Karena proyek besar itu baru selesai 2018-2019," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Riza juga sepakat dengan hasil survei SMRC yang menyebut masih ada kekurangan di bidang ekonomi dan kesejahteraan di masa dua tahun kepemimpinan Presiden Jokowi ini. Di antaranya, pengangguran meningkat, kemiskinan meningkat, daya serap berkurang, daya beli dan belanja berkurang, sembako mahal.
"Itu karena semua belanja negara dikonsentrasikan di infrastruktur seluruhnya. Dipertaruhkan memang bangsa ini pada infrastruktur. Ini suatu pilihan suatu pemerintahan. Kita apresiasi," tutur Riza.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?