Pemerintahan Jokowi-JK telah berjalan dua tahun. Geliat pembangunan sudah mulai diperlihatkan oleh pasangan yang memenangi Pilpres 2014 tersebut. Namun, dengan sisa pemerintahan yang masih akan berlangsung hingga tiga tahun mendatang, pemerintahan ini masih memiliki tantangan yang harus segera diselesaikan.
Menurut Direktur Imparsial, Al Araf, setidaknya terdapat tiga tantangan pemerintahan Jokowi-JK dalam sektor pertahanan dan keamanan.
Yang pertama adalah ancaman tradisional dan non-tradisional yang dapat merugikan jika negara tidak segera berbenah dalam menghadapinya.
"Kita tak mau seperti di Korea Utara. Perekonomiannya ambruk tetapi negaranya terus-menerus membangun kekuatan pertahanan secara masif. Pemerintah, karenanya, harus pandai melihat interkoneksi di antara ekonomi dan pertahanan," ujar Al Araf dalam acara Rembuk Nasional yang digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Al Araf kembali mengingatkan, dalam kurun waktu dua tahun lalu, pemerintahan Jokowi-JK juga masih mendapat gangguan dari golongan fundamentalisme dan terorisme yang saat ini juga masih menjadi isu global.
"Fundamentalisme dan terorisme menjadi persoalan yang nyata. Aspek sektor pertahanan dan keamanan tak boleh ditinggalkan. Bagaimana negara mau membangun, kalau tidak bisa menjamin keamanan terselenggara? Bagaimana mau membangun bila kondisinya seperti di negara seperti Suriah, Mesir, Irak?" terangnya.
Sementara itu, tantangan lain yang tak kalah bahayanya jika pemerintahan ini tidak peka adalah perihal ancaman cyber.
"Ini juga menjadi ancaman yang perlu diperhatikan. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana meretas koordinasi antar institusi yang tepat dan selaras untuk menangani persoalan ini," imbuhnya.
Sedangkan masalah teritorial juga sempat dibahas oleh Al Araf dalam forum yang nantinya akan direkomendasikan ke Jokowi-Jk dalam menjalani pemerintahannya tiga tahun mendatang. Salah satunya adalah masalah sengketa Laut China Selatan,
"Indonesia seharusnya perlu lebih serius pula dalam menangani konflik Laut China Selatan. Diperlukan satu orientasi pertahanan dan keamanan yang beralih dari orientasi ke dalam menjadi ke luar. Bagi Indonesia, penting untuk membangun kekuatan dan postur pertahanan strategis dalam mengatasi konflik di Laut China Selatan," katanya.
"Jokowi masih memiliki waktu tiga tahun ke depan. Saya mau menyimpulkan dalam tiga tahun ini, apa yang perlu dilakukan adalah menyadari pentingnya isu pertahanan di tengah perubahan yang lebih besar. Juga melindungi kebebasan berkumpul serta berserikat agar Indonesia tak dilihat abai dengan urusan HAM," pungkas Al Araf.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Idulfitri Berbeda, Menag Minta Muhammadiyah Toleransi ke Warga yang Masih Puasa Besok
-
Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Seminggu untuk Tekan Konsumsi BBM, Berlaku Pasca Lebaran?
-
Bisakah Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Pesawat Jadi Solusi, Ternyata Pakar Bilang Ini
-
Resmi! Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026, Ini Hasil Sidang Isbat Kemenag
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas
-
Dasco dan Puan Duduk Satu Kursi Dampingi Prabowo-Mega, Sinyal Politik Apa?
-
Menkeu Purbaya: Program MBG Dihentikan Selama Libur Lebaran, Lumayan Hemat Triliunan Rupiah
-
Ubedilah Badrun Ungkap 3 Dugaan Aktor Intelektual di Balik Serangan Andrie Yunus
-
Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi