Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan piutang pendapatan negara bukan pajak (PNBP) di sektor pertambangan mineral dan batubara mencapai Rp26,3 triliun. Piutang tersebut terdiri dari izin usaha pertambangan (IUP), Kontrak Karya dan perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).
Hal ini disampaikan Agus dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di ruang rapat, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/10/2016).
"Karena kajian kita bulan Desember. Kajian hutang dari 2012-2013 sebesar Rp3,8 triliun, lalu kontrak karya Rp 280 miliar, lalu PKP2B Rp 22,1 dan total Rp26,3 triliun," ujar Agus dalam rapat.
Tak hanya itu, ada permasalahan IUP non clean and clear (non CNC). Adapun IUP non CNC adalah IUP yang tidak memenuhi syarat administratif dan kewilayahan.
Dari total 10.172 IUP, terdapat 3.772 atau 37 persen IUP berstatus non CNC dan 6400 IUP berstatus CNC.
Adapun permasalahan lain, kata Agus, KPK melihat adanya potensi hilangnya pendapatan negara dan PNBP minerba berdasarkan perhitungan dengan menggunakan data laporan surveyor.
"Yakni batubara kurang bayar sebanyak USD 1.224.212.608 selama 2010-2012, lalu mineral selama tahun 2011 kurang bayar sebanyak USD 24, 661,547.49," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka