Suara.com - Seorang lelaki kurus kering dengan rambut dan kuku jemari yang memanjang ditemukan di ruang bawah tanah rumah orangtuanya. Diduga kuat, lelaki tersebut sudah dikurung dalam ruang bawah tanah selama 20 tahun dengan kondisi tubuh diikat di sebuah ranjang.
Lelaki tersebut, Armando de Andrade, ditemukan secara tak sengaja saat polisi menggeledah rumah di Brasil tersebut untuk mencari anggota geng narkoba. Para tetangga mengira si lelaki sudah pindah dari rumah tersebut saat usianya masih 16 tahun.
Armando ditemukan dengan kuku-kuku jemari yang sudah memanjang. Jenggot lebat dan panjang tumbuh di wajahnya, bahkan mencapai lutut.
Kepala polisi Celso Marchiori mengatakan, "Ia bangun, amat lemah, dan tidak berbicara sepatah katapun. Kami mengeluarkan dia dan dia masih belum mengatakan apapun. Kami tidak tahu apakah ia takut atau di bawah pengaruh obat".
"Ia tidak mengetahui bahwa kami adalah petugas kepolisian, kami memanggil bantuan dan ia langsung dilarikan ke rumah sakit," sambungnya.
"Sungguh mengejutkan ia sudah ada di tempat itu selama 20 tahun. Ruang bawah tanah itu sama sekali tidak bersih, ia tidak mungkin bertahan hidup. Tidak ada cahaya sama sekali," ujarnya.
Sejumlah tetangga di permukiman Guarulhos, Sao Paulo, mengingat Armando saat dirinya berusia 16 tahun. Kala itu, ia nampak seperti anak-anak lain yang suka bermain skateboard, dan bermain gitar. Lalu ia menghilang secara tiba-tiba.
Pihak keluarga selalu mengklaim bahwa Armando sudah pindah ke daerah lain dan dalam keadaan sehat.
Seorang tetangga, Aparecido Rocha Brasil, menduga Armando disekap ayah kandung dan ibu tirinya setelah mulai mengkonsumsi alkohol.
Ayah Armando, Amancio de Andrade membantah tuduhan bahwa ia menyekap anaknya. Ia mengklaim, putranya meninggalkan rumah pada usia 18 tahun dan baru kembali pekan lalu. Ia mengatakan, putranya sendiri yang minta dikunci dalam ruang bawah tanah untuk menghilangkan ketergantungannya terhadap narkoba. (Metro)
Berita Terkait
-
Drama Penyekapan di Tasikmalaya: Gadis 15 Tahun Disekap 4 Pria, Dipaksa Tenggak Miras
-
Fakta Baru Kasus Penyekapan di Tangsel: Eks Anggota TNI AL Terlibat, Sudah Dipecat karena Disersi!
-
Cerita Mengerikan Korban Penyekapan Modus COD Mobil di Tangsel
-
2 Anak di Pasar Rebo Disekap Ayah Kandung, Aksi Penyelamatan Korban Berlangsung Dramatis!
-
COD Mobil Berujung Sekap: Komplotan Penjahat Tangerang Selatan Dibekuk
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat