Suara.com - Personel TNI AL mengamankan satu unit Kapal ikan berukuran 383 GT dengan nama MV Cheung Kam Wong, Cheung Lai Chun berbendera Hong Kong karena tak dilengkapi dokumen berlayar ke Indonesia. Kapal diamankan saat memasuki perairan Belawan, Sumatera Utara.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal I Belawan, Mayor Sinaga mengatakan, kapal tersebut dinahkodai Xu Xiang Zhu, warga Negara China. Adapun Anak Buah Kapal (ABK) berjumlah enam orang.
"Penangkapan kapal ikan Hongkong tersebut telah dilaporkan kepada Komandan Lantamal I Belawan Laksma TNI Robeth Wolter Tampangan," kata Sinaga, Sabtu (5/11/2016).
Sinaga menyebutkan, Komandal KAL yang menangkap kapal asing tersebut adalah Kapten Laut Harun Bekti dan Komandan Satuan Patroli Mayor Akbar Harahap.
Setelah diadakan pemeriksaan, ditemukan adanya kesalahan, yakni Sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 34 tentang pelayaran tidak disebutkan Belawan sebagai Pelabuhan tujuan pada Port Clearance kapal.
Diduga kapal tersebut tak dilengkapi dokumen kapal untuk berlayar ke Indonesia. Sesuai Permen KP Nomor 49/2014 psl 54 ayat 2 dan 3 yang berbunyi: diwajibkan setiap kapal pengangkut ikan harus memiliki SIKPI, SLO dan SPB yang Asli.
Sinaga mengatakan selama pemeriksaan terdapat kendala cuaca dan bahasa. Semua ABK tak ada yang bisa bahasa Inggris atau Indonesia.
Kapal tersebut kemudian disandarkan di Dermaga Lantamal I Belawan, dan badan kedua lambung kanan KRI PTS 384.
"Surat- surat kapal tersebut, untuk sementara ditahan diatas KAL TRU," kata juru bicara Lantamal I Belawan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto