Suara.com - Pangeran Al Waleed bin Talal, salah satu orang paling kaya di Arab Saudi, memuji Donald Trump setelah presiden terpilih Amerika Serikat itu menghapus sejumlah rencana kebijakan dan kicauannya yang di Twitter yang dinilai menghina Islam dan menyudutkan umat muslim.
Talal sebelumnya adalah salah satu tokoh Islam dan Timur tengah yang getol mengkritik Trump. Keduanya sempat bersilang pendapat di Twitter pada akhir 2015 lalu, setelah Trump mengutarakan rencananya untuk melarang semua muslim masuk ke AS jika ia terpilih sebagai presiden.
Tetapi pada Kamis (10/11/2016) beberapa media menemukan bahwa rencana-rencana kebijakan kontroversial Trump terkait Islam sudah dihapus dari website kampanyenya, demikian juga beberapa kicuan bernada sama di Twitter.
Dalam wawancara dengan CNBC pada Kamis, Talal memuji langkah Trump untuk menghapus kebijakan di website dan komentarnya di Twitter.
"Saya sudah tidak punya masalah dengan dia. Saya sangat senang bisa berinteraksi dengannya," kata Talal, "Trump sebagai kandidat jelas berbeda dari Trump yang sudah terpilih dan kemudian Presiden Trump. Dia sudah bergerak ke arah yang benar."
Meski demikian berdasarkan penelusuran Reuters, hingga Kamis beberapa kicauan yang menyudutkan Islam di akun Twitter Trump masih ada dan belum dihapus. Salah satunya adalah kicauan dari tanggal 22 Maret, tepat ketika terjadinya serangan teroris di Belgia.
"Hillary yang tak becus, meski ada serangan mengerikan di Brussels hari ini, ia tetap ingin perbatasan kita lemah dan terbuka, sehingga muslim bisa masuk. Tidak akan (saya biarkan)!" tulis Trump ketika itu.
Sementara rencana kebijakan Trump di websitenya yang isinya akan melarang umat muslim masuk ke AS sudah dihilang dan diperkirakan dihapus pada Selasa (8/11/2016), tepat ketika Trump dipastikan memenangkan pemilihan presiden AS.
Sementara pada Desember 2015 lalu Talal dan Trump berseteru di Twitter. Talal ketika itu menulis bahwa Trump adalah "aib" dan seharusnya mundur dari pemilihan presiden di AS.
Keesokan harinya Trump membalas: "Pangeran Talal yang linglung ingin mengontrol politikus AS dengan uang ayahnya. Ia tak bisa melakukannya ketika saya sudah terpilih."
Berita Terkait
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026
-
Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak
-
Iran: Kroco Donald Trump Serang Kapal Sipil di Selat Hormuz, 5 Orang Tewas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!