Suara.com - Persoalan banyaknya hunian yang kumuh serta tidak layak tinggal di Jakarta menjadi salah satu perhatian pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Pasangan yang diusung koalisi Partai Gerindra dan PKS mengatakan telah mempersiapkan beberapa program untuk menyelesaikannya. Program tersebut yaitu penataan kampung, kredit rumah berbasis tabungan, mempermudah investasi rumah susun, serta mengadakan bank tanah.
Menurut Anies penataan kampung merupakan hal pertama yang harus diprioritaskan. Jakarta, katanya, pada dasarnya memiliki penataan kampung yang cukup baik, bahkan diakui oleh dunia melalui program Muhammad Husni Thamrin, yaitu Kampung Improvement Programme. Namun, kata Anies, kini Jakarta dilihat oleh dunia sebagai kota yang kumuh akibat inisiatif kampung deret yang tak kunjung terealisasi.
”Kami memiliki dua solusi yakni memulai kembali program M. H. Thamrin Plus yang mengintregasikan perbaikan infrastruktur dasar seperti saluran, air bersih, pengolahan sampah, serta merealisasikan kampung deret dengan aktif melibatkan warga, baik dari perencanaan hingga pengelolaan,” kata Anies di Jakarta, Jumat (11/11/2106).
Selain itu, kata Anies, dia dan Sandiaga juga akan memberi perhatian kepada para pekerja maupun masyarakat Jakarta yang berpenghasilan menengah ke bawah, yang kerap kesulitan membayar DP rumah. Katanya, biaya yang berkisar 30 persen untuk DP rumah dirasa memberatkan sebagian masyarakat.
Itu sebabnya, Anies dan Sandiaga akan mendorong Bank DKI untuk mengganti persyaratan DP dengan jumlah tabungan calon konsumen yang disesuaikan dengan harga rumah.
“Calon pembeli nantinya tidak perlu mengumpulkan DP, asalkan memiliki jumlah tabungan yang cukup selama masa tertentu misalnya 6 sampai 12 bulan,” ujar Anies.
Hal yang akan direvisi oleh pasangan ini adalah investasi rumah susun. Selama ini peraturan daerah Provinsi DKI Nomor 1/2014 tentang RDTR dan Peraturan Zonasi dirasa memberatkan pengembang karena harga lahan yang mahal dan terbatas. Katanya, hal itu diperparah berbelitnya prosedur investasi bagi pengembang.
”Perlu ada deregulasi dalam investasi rumah susun serta peran aktif pemerintah untuk membangun rumah susun, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tutur Anies.
Sementara itu, permasalahan agraria pun juga menjadi sorotan pasangan Anies-Sandi, yakni mahalnya harga tanah hingga berimbas pada harga jual rumah. Menurut Anies, perlu adanya intervensi dari pemerintah untuk mengendalikan harga tanah.
”Program kami adalah mengadakan bank tanah, melalui BUMD nantinya pemerintah akan mengendalikan harga tanah melalui kegiatan jual beli tanah dengan pendataan admisnitrasi yang akuntabel. Nantinya dapat dimanfaatkan untuk hunian juga,” kata Anies.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar
-
GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?
-
NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT
-
Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya