Suara.com - Wakil Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana menanggapi persoalan masalah kampanye pilkada Jakarta Periode 2017- 2022, yang menjadi perhatian pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat, saat berkampanye mengalami penolakan sekelompok masyarakat saat melakukan blusukan ke kampung kampung.
"Begini rekan -rekan, setiap orang mempunyai hak melaksanakan demokrasinya, termasuk pasangan calon (Ahok -Djarot) untuk melaksanakan kegiatan kampanye. Sesuai dengan aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum dan diawasi oleh Badan Pengawas Pemilu," kata Suntana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).
Menurut Suntana para pasangan calon yang mengikuti Pilkada Jakarta, masyarakat tidak boleh melarang untuk para calon berkampanye. Sebab bisa dikenakan pelanggaran hukum.
"Tidak ada yang boleh membatasi orang datang ke mana untuk berkampanye. Jadi kalau sudah masyarakat yang membatasi hak kampanye seseorang, itu melakukan perbuatan melawan hukum," ujar Suntana.
Maka itu, Suntana mengajak masyarakat untuk menghormati setiap pasangan calon yang melakukan kampanye. Polisi juga harus menjaga dan mencegah agar tindakan penolakan sekelompok warga tidak kembali terjadi.
"Kami, polisi menjaga dan mencegah agar hal hal itu tidak terjadi (Penolakan Warga). Mengingatkan masyarakat, supaya siapapun pasangan calon menuju suatu tempat harus diberikan keamanan dan kenyamanan, dan dia (para calon) bisa menyampaikan visi dan misinya ke masyarakat langsung, dan itu tidak boleh di halang atau di hambat," kata Suntana.
Seperti diketahui salah satunya penolakan dari sekelompok ormas FPI cabang Kecamatan Kebon Jeruk ikut demonstrasi menolak rencana kedatangan Ahok di Jalan Kedoya Raya RT 3, RW 6, Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (10/11/2016) sore.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!