Suara.com - Seorang tentara Saudi Arabia tewas, Sabtu, akibat kena hantam peluru kendali yang ditembakkan oleh pemberontak Yaman di dekat garis perbatasan di Propinsi Asir.
Menurut keterangan dari Kementrian Dalam Negeri Saudi Arabia, kubu Houthi dukungan Iran yang berperang menghadapi pemerintahan Presiden Abd Rabbu Mansour al-Hadi yang mendapat pengakuan internasional, sering melancarkan serangan mortir ke wilayah Saudi Arabia.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam sebelum pasukan koalisi pimpinan Saudi yang mendukung al-Hadi, mengumumkan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang telah menimbulkan tragegi kemanusiaan.
Gencatan senjata selama 48 jam seharusnya dimulai pada Sabtu sore waktu setempat.
Kubu Houthi tidak memberikan pernyataan perihal serangan tersebut.
Sebuah kantor berita yang didukung pemerintah Saudi menyatakan bahwa pesawat jet tempur Saudi pada Sabtu pagi membombardir kawasan pertanian di Propinsi Shabwa, selatan Yaman.
Saudi Arabia dan koalisi negara Teluk Arab mengintervensi perang saudara di Yaman sejak Maret 2015 lalu untuk mendukung kubu al-Hadi.
Puluhan tentara Saudi tewas dalam pertempuran yang berlangsung disepanjang perbatasan dengan Yaman. (Antara/Reuters)
Tag
Berita Terkait
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Isu Pindah Tuan Rumah Menguat, AFC Tegaskan Piala Asia 2027 Tetap di Arab Saudi
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko