Suara.com - Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mengamanatkan pengembangan dan penguatan 40 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Program tersebut didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dukungan tersebut dimulai dengan penyusunan masterplan hingga pembangunan infrastruktur di kawasan itu. Penyusunan masterplan dilakukan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW).
Saat ini, dari 40 KPPN, BPIW sedang melakukan penyusunan masterplan beberapa KPPN, seperti KPPN Desa Daruba (Maluku Utara), Keruak-Praya (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Barat), dan Tabanan (Bali).
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Rido Matari Ichwan mengatakan, penyusunan masterplan pengembangan kawasan perdesaan merupakan dokumen kesepakatan dan acuan bersama para pemangku kepentingan, yakni pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor dan masyarakat. Masterplan tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan KPPN untuk lima tahun ke depan.
Setiap masterplan KPPN disusun melalui beberapa tahapan, seperti survei lapangan dan koordinasi awal. Kemudian, kunjungan kedua untuk penajaman informasi kawasan.
Tahap berikutnya dilakukan Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring masukan dari daerah, guna penyempurnaan draft masterplan yang tengah disusun.
Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan BPIW Kementerian PUPR, Agusta Ersada Sinulingga menjelaskan, BPIW melakukan dukungan melalui penyusunan masterplan dan Pra Detail Engineering Design (DED) KPPN seperti di Daruba, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.
Masukan dari pemerintah daerah setempat, menurutnya, sangat diperlukan untuk penyempurnaan penyusunan masterplan tersebut. Sementara konsep yang diusung dalam masterplan KPPN Praya adalah untuk meningkatkan nilai jual potensi daerah setempat.
Destinasi Wisata Labuan Bajo Miliki Potensi untuk Dikembangkan
Tidak hanya Praya, Labuan Bajo juga memiliki potensi untuk dikembangkan. Apalagi kawasan tersebut memiliki destinasi wisata.
Kawasan perdesaan di daerah ini menjadi hinterland, yaitu tempat berlangsungnya aktivitas produksi dan pengolahan sumber daya alam yang memperkuat fungsi wisata tersebut.
“Pada Nawacita poin ke-3 digariskan bahwa pembangunan Indonesia akan dimulai dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Kawasan perdesaan Labuan Bajo merupakan salah satu yang kita dukung pengembangannya,” ungkap Agusta.
Sedangkan Tabanan merupakan salah satu lumbung pangan di Bali, yang memiliki potensi pada sektor perkebunan, khususnya kopi. Agusta menyatakan, sasaran pengembangan wilayah di kawasan perdesaan ini, yaitu pertama, penguatan 40 pusat pertumbuhan baru desa-kota, dan kedua, pengurangan desa tertinggal sebanyak 5 ribu desa dan desa berkembang sebanyak 2 ribu desa.
Dalam melaksanakan FGD tersebut, BPIW Kementerian PUPR, melalui Bidang Pengembangan Infrastruktur Kota Kecil dan Perdesaan bekerja sama dengan beberapa pihak, seperti Direktur Perencanaan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), dan pemerintah daerah setempat.
Penyusunan masterplan ini mendapat reaksi positif dari beberapa pimpinan daerah, karena berdampak positif bagi daerah.
Oleh karenanya, Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat, Agustinus meminta program-program yang ada dalam masterplan harus dikawal dengan baik, agar dapat diimplementasikan oleh kementerian atau lembaga maupun satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan demikian masterplan yang sudah disusun tidak sekadar menjadi dokumen semata.
Bupati Pulau Morotai, Samsuddin A Kadir menegaskan, seluruh SKPD di Kabupaten Pulau Morotai akan terlibat aktif dalam penyusunan KPPN. Pasalnya, keterpaduan perencanaan memiliki tempat yang penting untuk pengembangan KPPN Daruba ke depan.
Tag
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
PBB Ungkap Fakta Baru Prajurit TNI Tewas di Lebanon Akibat Ledakan Bom Pinggir Jalan Militer Israel
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan