Suara.com - Tak terasa sudah tujuh musim Valentino Rossi gagal kembali merajai ajang balap MotoGP. Kendati begitu, popularitas Rossi diakui masih menjadi daya tarik utama masyarakat dunia untuk berbondong-bondong menyaksikan ajang balap roda dua ini.
Pengakuan tersebut meluncur dari mulut bos Dorna--penyelenggara MotoGP--Carmelo Ezpeleta. Selama lebih dari 21 tahun, pebalap berkebangsaan Italia itu telah menginspirasi jutaan orang di olahraga balap motor.
Lebih jauh, Ezpeleta mengakui sangat khawatir apakah nantinya pencinta balap MotoGP akan tetap bertahan menyaksikan balapan roda dua paling bergengsi di dunia tersebut apabila Rossi memutuskan pensiun.
Maklum saja, usia Rossi sudah tak muda lagi. Tahun depan, atau tepatnya 16 Februari 2017, usia pebalap yang identik dengan nomor motor 46 itu akan genap 38 tahun, sebuah usia yang sangat tua bagi seorang pebalap.
"Faktanya, Valentino-lah yang membuat banyak orang tertarik dengan MotoGP. Saya tidak tahu apakah orang-orang akan tetap tertarik dengan balapan MotoGP ketika Valentino telah berhenti membalap," kata Ezpelata, cemas.
Ezpelata benar-benar berharap Rossi tak 'hilang' dari arena balap MotoGP selepas pensiun. Dia sangat berharap Rossi konsisten membina tim balapnya, Sky Racing Team VR46, yang sejak 2014 turun di kelas Moto3, agar para pencinta balap MotoGP tidak menurun.
"Saya tidak pernah berpikir Valentino akan benar-benar berhenti (dari dunia MotoGP). Saya tidak merasakan sepertinya dia bakal pensiun (dalam waktu dekat)," tutur Ezpeleta.
Rossi mengawali kiprah balapan di ajang balap motor dunia pada tahun 1996 dari kelas 125 cc. Setahun kemudian, dia sukses meraih gelar juara dunia kelas 125cc.
Di tahun berikutnya, dia memutuskan naik ke kelas 250cc. Lagi-lagi, Rossi hanya butuh dua tahun untuk kembali menjadi juara dunia. Pada tahun 2000, Rossi naik ke kelas utama yang saat itu masih menggunakan mesin 500cc.
Baca Juga: Manajer Celtic Geram dengan "Diving" Suarez
Di tahun pertamanya di kelas 500cc, Rossi menempati posisi runner-up di bawah pebalap Amerika Serikat, Kenny Roberts Jr. Di tahun 2001, Rossi meraih gelar juara dunia kelas 500cc pertamanya.
Saat terjadi perubahan regulasi dari motor 2-tak menjadi 4-tak di tahun 2002, Rossi kembali jadi juara dunia dan mempertahankannya selama tiga musim berikutnya.
Setelah sempat gagal pertahankan gelar di tahun 2006 dan 2007, Rossi berhasil meraih gelar juara dunia kedelapannya pada tahun 2008, dan setahun kemudian dia sukses mempertahankannya. (Sport)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Usai Lakukan 2 OTT, KPK Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Pajak Kalsel dan Bea Cukai Jakarta
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
OTT Bea Cukai, KPK Ciduk 17 Orang dan Amankan Mata Uang Asing hingga Logam Mulia
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung