Suara.com - KPK memanggil Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel, untuk diperiksa dalam kasus proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga (P3SON) Hambalang 2010-2012. Choel dipanggil setelah sekian lama dijadikan tersangka pada 21 Desember 2015.
Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan KPK harusnya bisa memprioritaskan kasus yang sedang ditangani. Hal itu ditujukan supaya ada kepastian hukum dalam setiap penanganan kasus.
"Jadi harusnya KPK bisa memprioritaskan kasus yang ditangani. Sehingga kepastian hukum itu ada. Jadi nggak boleh diambangkan status hukum seorang tanpa proses yang cepat," kata Masinton dihubungi, Jakarta, Jumat (25/11/2016).
Masinton mengakui, kasus proyek di Hambalang ini berkaitan dengan kelompok tertentu di masa lalu. Namun, dia menegaskan, penegakan hukum Choel, tidak ada hubungannya dengan kondisi politik hari ini.
"Nggak ada kaitannya lah. Penegakan hukum berjalan dengan mekanisme dan prosedurnya sendiri. Jadi nggak ada keterkaitanya dengan kondisi yang sekarang. Memang penanganan kasusnya kan sudah divonis beberapa orang, hambalang ini. Sebagian sudah berporses di KPK kan," papar Masinton.
Dia pun berharap, kasus Hambalang tidak terjadi di masa depan.
"Hambalang ini kan indikasinya jelas jd bancakan salah satu kelompok yang berkuasa pada saat itu. Nah hal-hal seperti ini nggak boleh terulang pada pada masa kekuasaan berikut. Menjadikan proyek yang dibiayai negara menjadi bancakan, nggak boleh," tuturnya.
Selain Choel, Masinton mengakui banyak kasus yang belum ditangani KPK dengan baik. Dia berharap KPK bisa menuntaskan kasus-kasus yang progressnya belum terekspos dengan baik.
"Beberapa kasus besar yang belum, yang penangananya sangat lambat di KPK, contoh kasus Choel ini, kemudian Dirut Pelindo II RJ Lino sampai sekarang belum ada progres penangan kasusnya, publik belum tahu penanganan kasusnya," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733