- Dua anggota Polri dipecat karena mengeroyok *debt collector* hingga tewas di Kalibata.
- Empat anggota lainnya yang terlibat dalam pengeroyokan mendapat sanksi demosi.
- Pengeroyokan terjadi setelah motor salah satu pelaku dicegat oleh para korban.
Suara.com - Dua anggota Yanma Mabes Polri yang terlibat dalam pengeroyokan debt collector atau mata elang atau matel hingga tewas di Kalibata, Jakarta Selatan dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Sedangkan, empat anggota lainnya yang terlibat diganjar sanksi demosi selama lima tahun.
Putusan itu dibacakan Majelis Sidang Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) Polri dalam sidang etik yang berlangsung selama hampir 10 jam di Gedung Divisi Propam Polri, Rabu (17/12/2025).
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, dua anggota yang dijatuhi sanksi PTDH adalah Brigpol Ilham dan Bripda Ahmad Marz Zulqadri.
Sementara empat anggota lainnya—Bripda Irfan Batubara, Bripda Jefry Ceo Agusta, Bripda Baginda, dan Bripda Raafi Gafar dihukum demosi selama lima tahun.
"Sanksi administratif pemberhentian PTDH sebagai anggota Polri. Atas putusan PTDH, kedua pelanggar menyatakan banding," ujar Erdi kepada wartawan, Rabu (17/12/2025) malam.
Erdi menjelaskan, dalam sidang diketahui Bripda Ahmad Marz berperan sebagai pemilik sepeda motor Yamaha Nmax yang dicegat oleh debt collector di kawasan Kalibata. Merasa ditahan, ia kemudian menghubungi Brigpol Ilham.
"IAM menerima informasi melalui WA grup dari Bripda AMZ bahwa dia dan motornya ditahan oleh matel, sehingga IAM secara spontan mengajak ke lokasi yang dikirim oleh Bripda AMZ," tuturnya.
Ajakan tersebut kemudian diikuti oleh empat anggota lainnya. Mereka datang ke lokasi dan turut melakukan pengeroyokan terhadap para matel.
"Jadi sekali lagi, empat anggota yang disebutkan di atas tadi mempunyai peran hanya mengikuti ajakan senior," beber Erdi.
Baca Juga: Nasib 6 Polisi Pengeroyok Matel Kalibata di Ujung Tanduk, Sidang Etik Digelar Hari Ini
Dua Matel Tewas
Polda Metro Jaya diketahui telah menetapkan keenamnya sebagai tersangka dalam perkara pengeroyokan yang menewaskan dua debt collector, MET (41) dan NAT (32), di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.
Awalnya, para pelaku disebut sebagai “pengendara lain” yang turun dari mobil dan langsung menyerang korban. Namun hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan: keenam pelaku bukan warga sipil, melainkan anggota Polri.
"Keenam tersangka tersebut merupakan anggota dari Satuan Pelayanan Markas di Mabes Polri," ungkap Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (12/12/2025).
Trunoyudo merinci identitas keenam tersangka, yakni Bripda Irfan Batubara, Bripda Jefry Ceo Agusta, Brigadir Ilham, Bripda Ahmad Marz Zulqadri, Bripda Baginda, dan Bripda Raafi Gafar.
Ia menegaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
-
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
-
OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Tetap Berjalan di Tengah Transisi Kepemimpinan
-
Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana
-
Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki
-
DLH DKI Pastikan RDF Plant Rorotan Beroperasi Aman, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi
-
Wamensos Agus Jabo Tekankan Adaptivitas Siswa Sekolah Rakyat Hadapi Perubahan Zaman
-
Belum Jadi Kader Resmi, Jokowi Disebut Sudah Ajak Relawannya untuk Masuk PSI
-
PDIP Sarankan Beberapa Langkah untuk Respons Merosotnya IHSG dan Mundurnya Pejabat BEI-OJK