Suara.com - Calon Gubernur yang diusung oleh partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono berhasil menyalip elektabilitas Basuki Tjahaja Punama atau Ahok. Hal itu dapat digambarkan dari hasil survei sejumlah lembaga survei yang telah merilis hasil surveinya.
Yang terakhir, Lembaga Survei Charta Politika Indonesia menempatkan tingkat elektabilitas Agus pada angka 24,4 persen. Angka tersebut melampaui angka yang diraih Ahok, 23,5 persen, dan Anies Rasyid Baswedan, 19,4 persen.
Sebenarnya, melonjaknya dukungan terhadap Agus dikarenakan begitu solidnya partai Demokrat dan pendukungnya dalam mendukung Agus. Sekitar 85 persen pendukung Demokrat yang siap mendukung Agus mengalahkan lawan-lawannya.
"Harus diakui, pilihan Partai Demokrat terhadap Cagub Agus adalah paling solid, bila dibandingkan dengan partai yang lainnya," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya di kantornya, jalan Cisanggiri III Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).
Selain Pendukung Partai Demokrat, pendukung Partai Amanat Nasional menjadi sumber dukungan buat Agus. Sekitar 77,8 persen suara pendukung PAN dikerahkan untuk mendukung Agus. Namun, hal tersebut dikatakan Yunarto karena diduga hubungan petinggi kedua partai tersebut sangat dekat.
"Bisa saja karena pimpinan partainya punya hubungan yang sangat dekat, karena tidak hanya dekat hubungan politik, dua petinggi partai ini punya hubungan darah," kata Yunarto.
Sementara partai pendukung Ahok-Djarot, hanya pendukung PDI Perjuangan saja yang cukup solid mendukung Ahok. Dan itu pun angka yang didapat hanya 63 persen. Sefangkan suara pendukung Partai lainnya seperti Hanura hanya 40 persen, Nasdem 54 persen, dan Golkar 26,2 persen yang mendukung Ahok-Djarot.
"PDI-P memang masih tinggi, tapi tidak sebulat Demokrat. Ada beberapa faktor, atau proses antara PDI-P dengan Ahok yang tidak berjalan mulus, karena ini memang baru terjadi saat pendaftaran," kata Yunarto.
Sementara untuk partai pendukung Anies-Sandi, pendukung Partai Gerindara dan PKS belum bulat mendukungnya. Berdasarkan data Charta, pendukung PKS yang paling besar mendukung Anies-Sandi yakni 55 persen, sementara Gerindra yang mengusung kadernya menjadi Cawagub hanya 50, 2 persen.
"Kalau partai pendukung Anies-Sandi, malah yang solidnya PKS, sementara Gerindra yang sodorkan satu kadernya kurang mendukung, hanya berada dibawah PKS," kata Yunarto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat