Suara.com - Lourda Hutagalung (60) mengadu ke Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ada oknum PNS yang mencoba memerasnya Rp200 juta. Kasus ini berawal dari tempat usaha kosmetiknya yang terletak di Jalan Perjuangan Raya, Jakarta Barat, peruntukannya sudah berubah.
"Saya sendiri sejak 15-20 tahun, usaha kosmetik tidak masalah. Tapi karena ada perubahan tiba-tiba kami jadi masalah," ujar Lourda di markas Kampanye Ahok-Djarot, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).
"Yang jadi masalah adalah, bahwa daerah kami ini di abu-abukan mulai Februari 2017 sampai 2019," Lourda menambahkan.
Setelah ada perubahan tersebut, dia mengatakan berdampak pada izin domisili usahanya tidak bisa keluar. Padahal kata dia, usahanya ingin mengurus nomor POM.
"Kalau saya produksi kosmetik, masalahnya jadi tidak bisa ekspor, karena nomor POM-nya tidak bisa keluar. Sebab, tidak ada domisili," kata dia.
"Lalu, kami akan dikoordinasikan olen pejabat setempat, satu jalan itu, dan sampai lah kepada saya. Yang jelas ada permintaan Rp200 sekian juta, gitu. Jadi tadi kan' Pak Ahok bilang, itu main-main saja, yang tadinya boleh, di abu-abuin, supaya ada alasan," lanjut Lourda.
Kepada wartawan, Lourda tak mau menerangkan siapa pejabat di DKI yang meminta uang Rp200 juta.
"Saya tidak usah sebut lah (namanya). Saya sudah sebut nama jalannya, sudah jelas lah di situ," ucap dia.
Lourda belum ada rencana melaporkan hal serupa ke Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Sumarsono. Dia masih berharap Ahok yang menindak oknum pejabat di DKI, yang sudah dengan sengaja merubah peruntukan.
"Gua tungguin Pak Ahok (masuk). Pokoknya, kalau nggak pecat-pecatin orang, gua telpon lagi yang namanya Ahok," kata Lourda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan